Selasa, 03 Oktober 2017

MEMOTONG RABUT DAN KUKU WAKTU HAID

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

🔖 BOLEHKAH MEMOTONG KUKU DAN RAMBUT SAAT HAID/DATANG BULAN?

👉 pernah ga denger mitos mitos yang jika sedang haid , ngga boleh buang rambut sebelum suci dri haid, atau memotong kuku walaupun sudah memanjang???  Dengan bermacam macam alasan dn momok yang menakutkan jika hal itu di lakukan oleh wanita yg sedang haid?? 

     Yuuk kita baca jawaban Ustadz 👇👇👇

➰ Tidak terdapat riwayat yang melarang wanita haid untuk memotong kuku maupun rambut. Demikian pula, tidak terdapat riwayat yang memerintahkan agar rambut wanita haid yang rontok untk di cuci bersamaan dengan mandi paska haid. Bahkan sebaliknya, terdapat riwayat yang membolehkan wanita haid untuk menyisir rambutnya. Padahal, tidak mungkin ketika wanita yang menyisir rambutnya, tidak ada bagian rambut yang rontok.

💌 Disebutkan dalam hadits dari A’isyah radhiyallahu Ta'ala 'anha, bahwa ketika Aisyah mengikuti haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesampainya di Mekkah beliau mengalami haid. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya,

…..دعي عمرتك وانقضي رأسك وامتشطي

“Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan ber-sisir-lah…” (HR. Bukhari 317 & Muslim 1211)

💖 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan A’isyah yang sedang haid untuk menyisir rambutnya. Padahal beliau baru saja datang dari perjalanan. Sehingga kita bisa menyimpulkan dengan yakin, pasti akan ada rambut yang rontok. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyuruh A’isyah untuk menyimpan rambutnya yang rontok untuk dimandikan setelah suci haid.

Hadits ini menunjukkan bahwa rambut rontok atau potong kuku ketika haid hukumnya sama dengan kondisi suci. Artinya, tidak ada kewajiban untuk memandikannya bersamaan dengan mandi haid. Jika hal ini disyariatkan, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan jelaskan kepada A’isyah agar menyimpan rambutnya dan memandikannya bersamaan dengan mandi haidnya.

Dalam Fatawa Al-Kubra, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah terdapat pertanyaan, “Ketika seorang sedang junub, kemudian memotong kukunya, atau kumisnya, atau menyisir rambutnya. Apakah dia salah dalam hal ini? Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa orang yang memotong rambutnya atau kukunya ketika junub maka semua bagian tubuhnya ini akan kembali pada hari kiamat dan menuntut pemiliknya untuk memandikannya, apakah ini benar?”

Syaikhul Islam memberi jawaban

قد ثبت عن النبي صلى الله عليه و سلم من حديث حذيفة ومن حديث أبي هريرة رضي الله عنهما : أنه لما ذكر له الجنب فقال : إن المؤمن لا ينجس. وفي صحيح الحاكم : حيا ولا ميتا

.

“Terdapat hadits shahih dari Hudzifah dan Abu Hurairah radliallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang orang yang junub, kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis.’ Dalam shahih Al-Hakim, ada tambahan, ‘Baik ketika hidup maupun ketika mati.’

وما أعلم على كراهية إزالة شعر الجنب وظفره دليلا شرعيا بل قد قال النبي للذي أسلم : ألق عنك شعر الكفر واختتن. فأمر الذي أسلم أن يغتسل ولم يأمره بتأخير الاختتان وإزالة الشعر عن الاغتسال فإطلاق كلامه يقتضي جواز الأمرين

.

Sementara saya belum pernah mengetahui adanya dalil syariat yang memakruhkan potong rambut dan kuku, ketika junub. Bahkan sebaliknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh orang yang masuk islam, “Hilangkan darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah.” Beliau juga memerintahkan orang yang masuk islam untuk mandi. Dan beliau tidak memerintahkan agar potong rambut dan khitannya dilakukan setelah mandi. Tidak adanya perintah, menunjukkan bolehnya potong kuku dan berkhitan sebelum mandi…’” (Fatawa Al-Kubra, 1:275)

    Allahu a'lam bish shawab

✏ Di jawab oleh
Al Ustadz :Ammi Nur Baits (dewan konsultasi syari'ah. Com)

👍 Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan Untuk kita (Kaum Hawa)  semuanya...  💌 ilmu itu bukan yang berdasarkan KATANYA....  Tapi apa yang kita pelajari dari Sumber yang jelas...  Jika kita tidak bisa menghadiri majelis 'ilmu karena adanya udzur...  Kita boleh mendengarkan kajian lewat Sosmed atau youtube dg Sumber yang jelas...

   Pesan singkat : * JIKA KITA TIDAK BISA MENGAMBIL SEMUANYA...  JANGANLAH KITA MENINGGALKAN SEBAGIAN*

سبحنك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت استغفرك وأتوب إليك

ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخسرين

وصل الله وسلم وبارك على نبينا محمد واله وصحبه أجمعين
امين يارب العالمين

Tidak ada komentar:

Posting Komentar