Wali Allah Yang Bertingkah Nyeleneh.
Al-Mufassir bermadzhab Asy-Syafi'i Al-Haafiz Ibnu Katsiir rahimahullah berkata dalam tafsirnya :
"Yunus bin 'Abdil A'la berkata ; "Aku berkata kepada Asy-Syafi'i : Al-Laits bin S'ad berkata : Jika kalian melihat seseorang berjalan di atas air maka janganlah kalian tertipu olehnya hingga kalian menimbang perkaranya di atas Al-Qur'an dan As-Sunnah"
Maka Asy-Syafi'i berkata, "Al-Laits rahimahullah masih kurang, bahkan jika kalian melihat seseorang berjalan di atas air dan terbang di atas udara maka janganlah terpedaya olehnya hingga kalian menimbang perkaranya di atas Al-Qur'an dan As-Sunnah" (Tafsiir Al-Qur'an al-'Adziim 1/326. Perkataan Al-Imam Asy-Syafi'i ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Haatim dengan sanadnya dalam kitabnya Aadaab Asy-Syaafi'i wa Manaaqibuhu hal 184)
Anggapan yang telah menyebar di sebagian kaum muslimin pada umumnya, terutama yang ada di Indonesia bahwasanya yang disebut wali Allah adalah orang-orang yang memiliki kekhususan-kekhususan yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa. Yaitu mampu melakukan hal-hal yang ajaib yang disebut dengan karomah para wali. Sehingga jika ada seseorang yang memiliki ilmu yang tinggi tentang syari’at Islam namun tidak memiliki kekhususan ini maka kewaliannya diragukan. Sebaliknya jika ada seseorang yang sama sekali tidak berilmu bahkan melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah 'azza wa jalla dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah 'azza wa jalla, namun dia mampu menunjukan keajaiban-keajaiban (yang dianggap karomah) maka orang tersebut bisa dianggap sebagai wali Allah 'azza wa jalla.
Pernyataan Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah diatas sangat tegas membantah pemahaman yang keliru tersebut. Untuk mengukur kewalian yang benar maka harus ditimbang dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, karena keajaiban juga bisa dilakukan oleh orang-orang yang sesat, seperti para dukun, tukang sihir, bahkan pendeta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar