🍃🌸🍃°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
*Menjadi Ghuroba adalah Hadiah Terindah dari Allah Azza wa Jalla*
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°🍃🌸🍃
Bila kita bertanya kepada setiap Muslim, apakah anda ingin menjadi Muslim yang taat kepada aturan Islam? Tentu saja semua Muslim akan menjawab iya.
*✔ Namun dalam realitanya tidak semua Muslim sanggup berdiri tegak di atas ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla.*
Justru banyak yang jatuh bersungkuran di jalur kemaksiatan serta ada juga yang terlemar jauh ke dalam kekufuran, Naaudzubillah.
*✔ Menjadi Ghuroba (terasing) adalah sebuah anugrah terindah dalam hidup seorang Muslim, karena dipilih Allah Azza wa Jalla untuk mendapatkan hidayah dalam dirinya, sehingga dalam melangkahkan kaki, ketaatan terasa begitu nikmat di saat orang lain terasa berat.*
Rasulullah ShallAllahu Alaihi Wasallam bersabda :
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاء
*= "Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing."*
(HR.Muslim , 208)
Tatkala zaman telah berubah, di mana tontonan menjadi tuntunan, melaksanakan ketatan pada Allah Azza wa Jalla dipandang sebuah keanehan, menghidupkan sunah Nabi disangka sok suci, memperjuangkan Islam di tuduh teroris, membuka tabir kemungkaran malah dibilang berlebihan maka saat itulah Guroba muncul sebagai Pejuang sejati.
عَنْ أَبِي أُمَيَّةَ الشَّعْبَانِيِّ قَالَ أَتَيْتُ أَبَا ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيَّ فَقُلْتُ لَهُ كَيْفَ تَصْنَعُ بِهَذِهِ الْآيَةِ قَالَ أَيَّةُ آيَةٍ قُلْتُ قَوْلُهُ تَعَالَى يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّإِذَا اهْتَدَيْتُمْ قَالَ أَمَا وَاللَّهِ لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْهَا خَبِيرًا سَأَلْتُ عَنْهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَلْ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنْ الْمُنْكَرِ حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّامُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَة
ً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ بِخَاصَّةِ نَفْسِكَ وَدَعْ الْعَوَامَّ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ الْقَبْضِ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُأَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِكُمْ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ وَزَادَنِي غَيْرُ عُتْبَةَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنَّا أَوْ مِنْهُمْ قَالَ بَلْ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ
Dari Abu Umaiyah Asy Sya'bani ia berkata;
= Aku menemui Abu Tsa'labah Al Khusyani lalu aku berkata padanya; "Apa yang kamu perbuat dengan ayat ini?" ia bertanya; "Ayat yang mana?" Aku menjelaskan;
Firman Allah Ta'ala (yang artinya) :
*= "Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.*
(Al Ma`idah: 105)
Abu Tsa'labah berkata;
= "Ingatlah, demi Allah, kamu bertanya dengan orang yang tahu, aku pernah menanyakannya kepada Rasulullah ShallAllahu Alaihi Wasallam, lalu beliau menjawab:
*= "Akan tetapi, perintahkanlah kebaikan dan cegahlah kemungkaran hingga kamu melihat kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, kehidupan dunia lebih diprioritaskan dan kekaguman setiap orang dengan pendapatnya, engkau harus (berpegangan) terhadap mata hatimu dan tinggalkan orang-orang awam, karena dibalik kalian akan ada suatu masa dimana kesabaran saat itu laksana memegang bara api, orang yang beramal saat itu sama seperti pahala limapuluh orang yang melakukan seperti amalan kalian."*
Abdullah bin Al Mubarak berkata; Selain 'Utbah menambahiku: Dikatakan; "Wahai Rasulullah, pahala lima puluh orang dari kami atau dari mereka?"
Beliau menjawab:
*= "Bahkan pahala lima puluh orang dari kalian." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan gharib.*
(HR. at-Tirmidzi ,2984)
*✔ Apa yang digambarkan oleh Rasululah ShallAllahu Alaihi Wasallam dalam hadist ini sangatlah benar, tidak semua Muslim mampu mengambil peran menjadi seorang Ghuroba, istiqomah di jalan Allah Azza wa Jalla dan siap selalu untuk berjuang membela Islam.*
Butuh waktu yang panjang untuk menempuh tingkat keimanan sejati, dengan belajar tiada henti di tengah kesibukan melakukan aktivitas duniawi dan di tengah gencarnya maksiat menyebar serta musuh yang tiada sembunyi melawan kebenaran Islam.
Karena kemenangan Islam itu sebuah keniscayaan, karenamu nubuwah akhir zaman telah menerangkan hal itu secara lengkap, sehingga sangatlah naif bila hari ini ada pejuang Islam yang pesimis dengan gerakan Islam dalam memperjuangkan tegaknya syariah.
*✔ Ghuroba menjadi pioner perjuangan Islam, pembela sejati dienul Islam di akhir zaman, di saat banyak umat Islam yang terlena dengan urusan duniawi, maka lahirlah para Ghuroba yang akan meneruskan tongkat estafet perjuangan hingga tegak khilafah seterusnya dan musnahnya kekuatan dajjal.*
*🔹🔹 MENYENDIRI BERSAMA KEBENARAN*
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu :
*= "Seandainya ada seseorang yang menyendiri disuatu kota atau disuatu zaman dengan berpegang teguh pada kebenaran yang dibawa oleh Rasulullahu shallallahu 'alaihi wa sallam dan tidak ada manusia yg menolongnya atas kebenaran tersebut, maka sesungguhnya Allah-lah yang senantiasa menyertainya dan dia pun memperoleh bagian dari firman-Nya :*
*= "Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita".*
(Qs. At Taubah : 40)
*✔ Sesungguhnya hakikat menolong Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah menolong agama yang dibawanya, kapan dan dimanapun.*
*✔ Barang siapa yang senantiasa menyepakatinya, maka dialah teman dan sahabatnya secara maknawi. Jika orang itu menegakkan ( agama) yang dibawanya sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah, Maka sesungguhnya Allah senantiasa bersama apa yang dibawa oleh Rasulullahu shallallahu 'alaihi wa sallam dan apa yang ditegakan oleh orang tersebut. Dan orang ini pelindungnya adalah Allah sebagaimana halnya Allah subhanahu wa ta'ala sebagai pelindung Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.*
Allah ta'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللَّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
*= "Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu."*
(Qs. Al Anfal : 64)
Minhaajus Sunnah Vlll/488
TAKWA_➀:
Risalah Islamiyah:
*سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ*
*= "Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu."*
[HR. Ashhaabus Sunan dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/153]
*Semoga Allah senantiasa membimbing kita hingga akhir hayat dan menutup usia kita dengan husnul khatimah. (Allahumma aamiin)*
*Kami TIM ADMIN Menyampaikan mohon maaf atas segala khilaf.*
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Tidak ada komentar:
Posting Komentar