Sabtu, 11 November 2017

MATI DIATAS SUNAH LEBIH BERAT DARI PADA HIDUP DI ATAS SUNAH

Bismillah...

MATI DI ATAS SUNNAH LEBIH BERAT DARIPADA HIDUP DI ATAS SUNNAH

Dua nikmat terbesar Allah bagi manusia di dunia ini,yaitu nikmat Islam dan nikmat istiqomah di atas sunnah.Tak seorangpun manusia bisa meraih keduanya kecuali atas karunia atau kehendak Allah.

Mungkin saja kita berfikir bahwa denganmengucapkan dua kalimat sahadat maka kita telah menjadi Islam yang sesungguhnya, atau dengan mengaku ahlussunnah waljamaah maka kita telah tergolong ahlussunnah yang sesesunggungnya.
Betapa banyak orang yang mengaku Islam tetapi itu hanya di KTP dan betapa banyak orang yang mengaku ahlussunnah tetapi itu hanya di mulut saja.

Islam dan sunnah adalah dua hal yang tak terpisahkan.Kita bisa dianggap berislam yang benar dan kaffah bila kita menegakkan sunnah.
Hidup di atas sunnah tidaklah mudah,karena kita akan selalu dirongrong dan dilemahkan oleh setan,antara lain:

1. Setan nyata (manusia),yaitu orang-orang tidak senang pada kita bila menegakkan sunnah,antara lain para ahli bid'ah,orang musyrik dan orang-orang kafir.Mereka akan berusaha mengganggu jalan kita dan menghalangi orang lain untuk mengikuti sunnah.
2. Setan gaib (jin).
Banyaknya gangguan dari setan nyata akan membuat setan gaib membisiki keraguan di hati kita atau menanamkan ketakutan sampai kita meninggalkan sunnah,atau bisa juga menanam riya,ujub pada diri kita sampai kita menjadi sombong.
Hidup di atas sunnah memang berat,makanya amat sedikit orang yang bisa menjalaninya,tetapi lebih berat lagi adalah mati di atas sunnah,mengapa ?.

Di detik-detik terakhir hidup kita setan akan menggerakkan segala kekuatan untuk menhancurkan kita,menyeret kita untuk keluar dari sunnah,antara lain:

1. Keluarga atau teman akan membisiki kita untuk berobat pada dukun sampai kitapun mengikutinya karena sudah tidak tahan menderita sakit,
2. Setan akan mengerahkan pasukannya untuk membuat tipu daya saat sakratul maut sampai kita keluar dari tauhid.
Sakit beratnya mati di atas sunnah maka Rasulullah mengingatkan agar kita selalu berdoa meminta keteguhan dalam sunnah,meminta perlindungan dari fitnah sakratul maut,atau meminta khusnul khotimah.Karena tidak ada yang bisa melindungi kita dari tipu daya setan saat sakratul maut selain Allah.

Oleh karena itu,saat kita mampu hidup di atas sunnah maka jangan dulu merasa lega,kagum apalagi sombong karena setan masih menunggu kita di pintu gerbang kematian dengan kekuatan yang lebih besar.
Kita tidak bisa memastikan apakah akan mati di atas sunnah atau tidak,makanya marilah saling mendoakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar