[19/11 21:00] +62 813-7663-2830: MATAHARI DIDEKATKAN SEJARAK 1 MIL DI ATAS KEPALA MANUSIA
Inilah gambaran keadaan manusia pada hari Kiamat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Matahari didekatkan pada hari Kiamat sampai jaraknya hanya satu mil –berarti jarak 1600 m, bisa juga berarti gagang celak mata– maka ketika itu manusia mencucurkan keringat sesuai dengan kadar amal-amal mereka dahulu. Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kaki, kedua lututnya atau pinggangnya dan bahkan ada yang sampai tenggelam dalam keringatnya. Beliau memberi isyarat dengan telunjuknya ke mulutnya.” (HR. Muslim)
Semoga kita selamat dari kesulitan-kesulitan hari Kiamat. Aamiin..
[19/11 21:14] +62 813-7663-2830: Telaga dan sungai Al-Kautsar begitu nikmatnya, itulah salah satu kenikmatan di akhirat. Bagaimana kita selaku seorang muslim bisa menikmatinya? Ternyata memang ada orang yang terhalang untuk minum dari telaga tersebut.
Apa itu Al-Kautsar?
Al-Kautsar bisa diartikan sebagai kebaikan yang banyak. Bisa pula nama sungai di surga atau nama telaga Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rincian pengertian Al-Kautsar disebutkan dalam Zaad Al-Masiir, 9: 247-249. Lihat penjelasan lengkapnya: Tafsir Surat Al-Kautsar.
Sungai Al-Kautsar
Terdapat hadits dalam shahih Muslim, dari Anas, ia berkata, suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di sisi kami dan saat itu beliau dalam keadaan tidur ringan (tidak nyenyak). Lantas beliau mengangkat kepala dan tersenyum. Kami pun bertanya, “Mengapa engkau tertawa, wahai Rasulullah?” “Baru saja turun kepadaku suatu surat”, jawab beliau. Lalu beliau membaca,
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (QS. Al Kautsar: 1-3). Kemudian beliau berkata, “Tahukah kalian apa itu Al Kautsar?” “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”, jawab kami. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ هُوَ حَوْضٌ تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ فَيُخْتَلَجُ الْعَبْدُ مِنْهُمْ فَأَقُولُ رَبِّ إِنَّهُ مِنْ أُمَّتِى. فَيَقُولُ مَا تَدْرِى مَا أَحْدَثَتْ بَعْدَكَ
“Al Kautsar adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla. Sungai tersebut memiliki kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang nanti akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat nanti. Bejana (gelas) di telaga tersebut sejumlah bintang di langit. Namun ada dari sebgaian hamba yang tidak bisa minum dari telaga tersebut. Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa mereka telah amalan baru sesudahmu.” (HR. Muslim, no. 400).
Telaga Al-Kautsar
Al-Kautsar juga adalah nama haud (telaga) yang begitu besar di surga. Haudh itu tempat berkumpulnya air. Telaga itu ada di padang Mahsyar yang akan didatangi oleh umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Telaga ini memiliki air yang datangnya dari sungai Al-Kautsar yang berada di surga. Oleh karena itu telaga tersebut disebut telaga Al-Kautsar.
Dalam hadits Abu Dzarr disebutkan,
عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا آنِيَةُ الْحَوْضِ قَالَ « وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لآنِيَتُهُ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ نُجُومِ السَّمَاءِ وَكَوَاكِبِهَا أَلاَ فِى اللَّيْلَةِ الْمُظْلِمَةِ الْمُصْحِيَةِ آنِيَةُ الْجَنَّةِ مَنْ شَرِبَ مِنْهَا لَمْ يَظْمَأْ آخِرَ مَا عَلَيْهِ يَشْخُبُ فِيهِ مِيزَابَانِ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْ شَرِبَ مِنْهُ لَمْ يَظْمَأْ عَرْضُهُ مِثْلُ طُولِهِ مَا بَيْنَ عَمَّانَ إِلَى أَيْلَةَ مَاؤُهُ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ »
Dari Abu Dzarr, ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan bejana yang ada di al-haudh (telaga Al-Kautsar)?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya. Wadah untuk minum yang ada di telaga Al-Kautsar banyaknya seperti jumlah bintang dan benda yang ada di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga. Barang siapa yang minum air telaga tersebut, maka ia tidak akan merasa haus selamanya. Di telaga tersebut ada dua saluran air yang tersambung ke Surga. Barang siapa meminum airnya, maka ia tidak akan merasa haus. Lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Amman dan Ailah. Airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu.” (HR. Muslim, no. 2300)
Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar, telaga tersebut berada di sisi surga. Sumber air dari telaga tersebut adalah dari sungai yang ada di dalam surga. Demikian dinyatakan oleh Ibnu Hajar dalam Al-Fath, 11: 466.
Mereka yang Terhalang Minum dari Telaga Al-Kautsar
Dari Abu Wail, dari ‘Abdullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ
“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ ” (HR. Bukhari, no. 7049)
Dalam riwayat lain dikatakan,
إِنَّهُمْ مِنِّى . فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِى مَا بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِى
“(Wahai Rabbku), mereka betul-betul pengikutku. Lalu Allah berfirman, ‘Sebenarnya engkau tidak mengetahui bahwa mereka telah mengganti ajaranmu setelahmu.” Kemudian aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mengatakan, “Celaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku.” (HR. Bukhari, no. 7051)
Siapakah mereka?
Sebagaimana disampaikan oleh Imam Nawawi rahimahullah, para ulama berselisih pendapat dalam menafsirkan mereka yang tertolak dari telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Pendapat pertama: Yang dimaksud adalah orang munafik dan orang yang murtad. Boleh jadi ia dikumpulkan dalam keadaan nampak cahaya bekas wudhu pada muka, kaki dan tangannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil mereka dengan bekas yang mereka miliki. Lantas dibantah, mereka itu sebenarnya telah mengganti agama sesudahmu. Artinya, mereka tidak mati dalam keadaan Islam yang mereka tampakkan.
Pendapat kedua: Yang dimaksud adalah orang yang masuk Islam di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas murtad sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil mereka walau tidak memiliki bekas tanda wudhu. Walau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu keislaman mereka ketika beliau hidup. Lantas dibantah, mereka itu adalah orang yang murtad setelahmu.
Pendapat ketiga: Yang dimaksud, mereka adalah ahli maksiat dan pelaku dosa besar yang mati masih dalam keadaan bertauhid. Begitu pula termasuk di sini adalah pelaku bid’ah yang kebid’ahan yang dilakukan tidak mengeluarkan dari Islam. Menurut pendapat ketiga ini, apa yang disebutkan dalam hadits bahwa mereka terusir cuma sekedar hukuman saja, mereka tidak sampai masuk neraka. Bisa jadi Allah merahmati mereka, lantas memasukkan mereka dalam surga tanpa siksa. Bisa jadi pula mereka memiliki tanda bekas wudhu pada wajah, kaki dan tangan. Bisa jadi mereka juga hidup di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan setelah itu, akan tetapi beliau mengenal mereka dengan tanda yang mereka miliki.
Imam Al-Hafizh Abu ‘Amr bin ‘Abdul Barr mengatakan, “Setiap orang yang membuat perkara baru dalam agama, merekalah yang dijauhkan dari telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti Khawarij, Rafidhah (Syi’ah), dan pelaku bid’ah lainnya. Begitu pula orang yang berbuat zalim dan terlaknat lantaran melakukan dosa besar. Semua yang disebutkan tadi dikhawatirkan terancam akan dijauhkan dari telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu a’lam.” (Syarh Shahih Muslim, 3: 122)
Ringkasnya untuk bisa minum dari telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam haruslah memenuhi beberapa syarat:
Harus beriman dengan iman yang benar.Mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Menjalankan islam secara lahir dan batin.Menjauhi maksiat dan dosa besar.
Semoga Allah memberi taufik dan hidayah untuk bisa menikmati telaga Al-Kautsar.
[19/11 21:18] +62 813-7663-2830: *🍂Berpadunya Kemaksiatan dan Ketaatan pada Diri Seseorang🍂*
🍃🍃🍃
Sahabatku, tidak ada manusia di dunia ini yang tidak berdosa kecuali para Nabi dan Rasul. Oleh karena itu, sangat mungkin berpadu dalam diri seseorang kemaksiatan dan ketaatan.
🍁🍁🍁
Namun yang harus diketahui, jika seseorang merasa buruk dengan kemaksiatan yang telah dia lakukan. Kemudian dia menutupi keburukan tersebut dengan melakukan berbagai amal shalih, maka sesungguhnya itulah tanda keimanan.
🌾🌾🌾
Dia merasa buruk dan merasa berdosa. Ia pun berusaha menambal keburukannya dengan amal-amal shalih yang ia lakukan setelah itu. Mudah-mudahan dengannya Allah ampuni dosanya.
🌷🌷🌷
Allah ta'ala berfirman,
وَآخَرُونَ اعْتَرَفُوا بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا عَمَلًا صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا عَسَى اللَّهُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
_"Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."_ *(QS. At-Taubah: 102)*
☘☘☘
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةُ تَمْحُهَا
_"Dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik tersebut akan menghapus perbuatan buruknya."_ *(HR. Tirmidzi, hasan shahih)*
[19/11 21:20] +62 813-7663-2830: *🍂Jangan Sampai Allah Membenci Kita🍂*
🍃🍃🍃
Sahabatku, ketahuilah jika Allah ta'ala telah membenci seseorang, maka Jibril dan semua penduduk langit pun akan membencinya.
🍁🍁🍁
Tak hanya sampai disitu. Bahkan kemudian penduduk bumi pun akan ikut serta membencinya.
🌳🌳🌳
Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
وَإِذَا أَبْغَضَ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَيَقُولُ إِنِّي أُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضْهُ قَالَ فَيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضُوهُ قَالَ فَيُبْغِضُونَهُ ثُمَّ تُوضَعُ لَهُ الْبَغْضَاءُ فِي الْأَرْضِ))
_"Jika Allah membenci seorang hamba, maka Allah akan memanggil Jibril. Kemudian Allah berfirman, "Aku membenci si fulan, maka bencilah dia'. Maka Jibril pun membencinya. Kemudian Jibril mengumumkan kepada semua penduduk langit bahwa Allah membenci si fulan, maka mereka semua membencinya. Kemudian kebencian itupun diletakan pada penduduk bumi."_ *(HR. Muslim)*
🌾🌾🌾
Oleh karena itu, janganlah engkau mengundang kebencian Allah atasmu, terlebih hanya sekedar untuk mencari simpati atau keridhoan manusia semata.
[19/11 21:23] +62 813-7663-2830: *🌤- Matahari dan Cahayanya di Pagi Hari -🌤*
🍃🍃🍃
Allah ta'ala berfirman,
وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا
_"Demi matahari dan cahayanya di pagi hari."_ *(QS. Asy-Syams: 1)*
💡💡💡
Pagi ini jutaan manusia mematikan lampu rumah karena tercukupi oleh sinar matahari. Triliunan rupiah terhematkan hari ini. Subhanallah....
🌳🌳🌳
Ribuan pohon membesarkan buahnya dan mematangkannya untuk manusia dengan sinar matahari. Subhanallah....
🌏🌏🌏
Bumi kembali hangat setelah dingin mencekam dan kembali terang setelah gelap gulita karena sinar matahari. Subhanalloh...
🚕🚕🚕
Di bawah sinar matahari, jutaan manusia keluar rumah memulai aktifitas mereka. *Tapi... hanya sedikit dari mereka yang bertasbih memuji Allah atas nikmat yang besar ini.*
Semoga Allah mengampuni kita. Aamiin.
(Ust. Sholahuddin, Lc., MA.Hum.)
[19/11 21:31] +62 813-7663-2830: SYARAT-SYARAT OLAHRAGA YANG DIBOLEHKAN
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dalam Liqa’ Al-Bab Al-Maftuh no. 108 menyebutkan
“Permainan yang bermanfaat untuk badan dan tidak melalaikan dari yang wajib, maka tidaklah mengapa. Contoh, sepakbola adalah olahraga yang tidak bermasalah selama tidak melalaikan dari yang wajib. Juga selama olahraga tersebut tidak terdapat keharaman seperti memakai celana pendek (di atas lutut, pen.). Atau contoh keharaman adalah di dalam olahraga itu banyak mencela dan mencaci maki pemain lainnya. Selama tidak ada keharaman maka tidaklah masalah.”
Dari penjelasan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin di atas, kita dapat simpulkan bahwa syarat olahraga yang dibolehkan adalah:
1- tidak melalaikan dari kewajiban
2- bermanfaat untuk badan (bukan mencelakakan badan)
3- bebas keharaman dari sisi pakaian yang dikenakan, ada saling mencela dan lainnya.
Semoga jadi catatan berharga.
—-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar