#EMPAT BULANAN & TUJUH BULANAN KEHAMILAN DALAM PANDANGAN ISLAM....
Islam telah mengajari kita bagaimana adab-adab makan dan buang air, maka bagaimana mungkin Islam tidak mengajari kita bagaimana menjaga si jabang bayi yang masih ada didalam kandungan?!
Acara selametan #Empat atau #Tujuh bulan kehamilan itu termasuk perbuatan mengada-ada dalam agama...
Kalau acara Empat & Tujuh bulanan itu baik pastilah sudah Rasulullah ajarkan kepada para sahabatnya dulu agar ketika istri-istri mereka mengandung usia 4 atau 7 bulan mereka mengadakan acara tersebut, namun pada kenyataannya ritual tersebut tidak pernah ada dan tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah dan para sahabatnya. Dan perbuatan mengada-ada ritual agama ini terlarang dalam Islam karena Allah ta'aala berfirman:
ﺃﻡ ﻟﻬﻢ ﺷﺮﻛﺎﺀ ﺷﺮﻋﻮﺍ ﻟﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﺄﺫﻥ ﺑﻪ ﺍﻟﻠﻪ
"Am lahum syurokaa'u syaro'uu lahum minaddiini maa lam ya'dzan bihillaah."
"apakah mereka memiliki sekutu-sekutu selain Allah yang membuatkan untuk mereka syari'at agama yang tidak pernah Allah izinkan?.,".
(QS. asy Syuuroo:21)
Acara ini juga mengandung unsur tasyabbuh (menyerupai) ajaran Hindu dimana mereka melakukan sebuah upacara (tingkeban) dalam rangka memohon keselamatan anak yang ada di dalam kandungan ketika usianya menginjak 7 bulan,
Padahal Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“ Man tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum”
Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka."
( HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar)
Belum lagi jika sampai ada anggapan kalau ibu hamil yang tidak mengadakan acara nujuh bulanan tersebut maka diyakini akan mendatangkan sial bagi wanita tersebut dan si jabang bayi yang dikandungnya, maka ini adalah kesyirikan. Karena keselamatan dan bencana itu hanya di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.
وَإِن يَمۡسَسۡكَ ٱللَّهُ بِضُرّٖ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَۖ وَإِن يُرِدۡكَ بِخَيۡرٖ فَلَا رَآدَّ لِفَضۡلِهِۦۚ يُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۚ وَهُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ [ يونس / 107]
“Jika Allah berkehendak menimpakan kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan untukmu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[Qs Yunus : 107]
Sahabatku,....
Islam sebenarnya telah mengajari kita bagaimana kita menjaga si jabang bayi yang ada dalam kandungan, bahkan jauh sebelum ia ada didalam kandungan, bukankah Nabi telah mengajari kita do'a ini sebelum seorang suami berhubungan dengan istrinya,
بسم الله، اللهم جنبنا الشيطان، وجنب الشيطان ما رزقتنا
Bismillah Allahumma jannib'nasy syaithoon wa jannibisy syaithoona mimma rozaqtana
"Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari apa yang Engkau anugerahkan pada kami".
(HR.Bukhari)
Nabi shallallaahu alaihi wa salam juga bersabda:
اقتلوا الحيات واقتلوا ذا الطفيتين والأبتر فإنهما يلتحسان البصر ويستسقطان الحبل
"Bunuhlah ular-ular dan bunuhlah dza ath-thufyatain dan abtar (nama dari dua jenis ular berbisa) karena keduanya membutakan pandangan dan menggugurkan kandungan". (HR. Muslim)
Inilah diantara pendidikan Rasulullah bagaimana kita menjaga si jabang bayi, apakah ini semua tidak cukup? Katakan kepadaku sahabatku, apakah ini semua belum cukup bagimu? Jika ini saja belum cukup bagimu lalu jalan hidupnya siapa yang ingin engkau ikuti?! Apakah tidak cukup apa yang menjadi jalan hidup Rasulullah dan para sahabatnya dulu menjadi jalan hidup kita juga?!
Allaahu a'lam
Semoga bermanfa'at
Tidak ada komentar:
Posting Komentar