Minggu, 24 September 2017

PERINGATAN 1 MUHAROM

Perayaan Satu Muharram Siapa Yang Nyuruh ??
♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨

Bulan Muharram adalah bulan awal tahun dalam penanggalan qamariyah. Kumpulan dari 12 bulan qamariyah itu diawali dengan Muharram dan diakhiri dengan Dzuhijjah. Tahunnya disebut tahun Hijriyah.

📙 Nama-nama Bulan Qamariyah ketika dijawakan jadi begini:

↔ Muharram biasa disebut Suro/ Sura (mungkin karena ada puasa sunnah pada hari kesepuluh Muharram, hari ‘Asyura).

↔ Shafar biasa disebut Sapar

↔ Rabi’ul Awwal biasa disebut bulan Mulud (mungkin karena ada muludan, maulidan, acara bikinan yang tidak ada tuntunannya dalam Islam).

↔ Rabi’uts Tasni/ Akhir biasa disebut Bakda Mulud (setelah bulan Mulud).

↔ Jumadal Ula biasa disebut Jumadil awal

↔ Jumadal Tsaniyah/ Akhir biasa disebut Jumadil akhir

↔ Rajab biasa disebut Rejeb

↔ Sya’ban biasa disebut Ruwah (mungkin berkaitan dengan kepercayaan entah dari mana, dikaitkan dengan roh).

↔ Ramadhan biasa disebut poso/pasa (puasa)

↔ Syawal -- syawal

↔ Dzulqa’dah -- Dulkaidah

↔ Dzulhijjah biasa disebut Besar (mungkin dari lafal al-ahajjul akbaru, haji Besar).

Sebenarnya berkaitan dengan nama-nama bulan itu tidak ada ibadah/ritual apa-apa kecuali bila ada perintah dari Allah Ta’ala lewat Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pergantian bulan juga ga ada ibadah khusus, kecuali bila ada dalil dari Al Qur’an dan sunnah.

Sehingga, pergantian tahun pun tidak ada ibadah tertentu, dan ternyata memang tidak ada perintah dalam Al Qur’an maupun sunnah.

Oleh karena itu, bila ada yang merayakan tahun baru qamariyah yakni Tahun Hijriyah, maka perlu ditanyakan, siapa yang menyuruhnya ??

Yang berhak menyuruh hanyalah Allah Ta’ala. Dan kalau Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam menyuruh, berarti mendapat perintah dari Allah Ta’ala.

Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam mengajarkan segala sesuatu hingga adab-adab buang air kecil beliau ajarkan namun mungkinkah beliau "lupa" mengajarkan kebaikan pada perayaan-perayaan yang sebagian orang meyakini itu bagian dari ibadah.

Padahal Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi, kecuali wajib baginya untuk menunjukkan kebaikan yang diketahuinya kepada ummatnya dan memperingatkan mereka terhadap keburukan yang diketahuinya kepada mereka." (HR. Muslim, no. 1844).

Yuk mari kita memperingati perayaan-perayaan yang sudah dituntunkan nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yaitu idul fithri dan idul adha. Jangan kita tambah lagi perayaan yang tidak ada asalnya dari beliau shalallahu 'alaihi wa sallam.

_____________________
📋✏  Uray Sriwahyuni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar