Selasa, 28 Desember 2021

NGAJI ITU PENTING BUKAN YANG PENTING NGAJI

NGAJI ITU PENTING BUKAN YANG PENTING NGAJI

Tempatnya jauh, kau mengeluh.
Tempatnya dekat, kau tak berangkat.

Ada jadwal pagi, kau minta petang.
Dipindah petang, kau lelah baru pulang

Kajian di hari biasa, kau bilang sibuk kerja.
Kajian di akhir pekan, kau bilang bentrok banyak undangan dan urusan

Kajian sudah berjalan, kau tanya kapan lagi ada?
Ada kajian baru, kau bilang nanti dulu.. masih atur waktu

Belajar Al Qur'an dan Sunnah kau bilang susah.
Disuruh menghafal, kau bilang memberatkan.
Tak ada hafalan, kau bilang kurang tantangan

Ustadz lulusan pesantren, kau anggap gak keren.
Ustadz lulusan perguruan tinggi, kau bilang tidak cocok ngajar kajian

Ustadz ngajarnya serius, kau bilang bikin bete.
Ustadz ngajarnya santai, kau bilang kurang oke

Sering dinasehati, kau kapok tak mau lagi mengaji

Setan itu gigih, 
dia selalu membisiki pelemahan dan pembenaran untuk menghindari yang baik baik

Jangankan orang yang pergi ke kajian, Orang sakaratul maut aja masih diganggu agar ga mampu melafadzkan tauhid

Nah besok2
Kalo udah punya niat
GO aja, 
Jangan kasih setan menang

NGAJI itu PENTING, bukan yang penting NGAJI

Allah berfirman,
“....Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa kelompok yang memperdalam pengetahuan agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila telah kembali kepada mereka supaya mereka menjaga diri.”
(QS. At Taubah [9]: 122)
📃Diampuninya Dosa Bagi yang Hadir di Majelis Ilmu

Umar bin Khaththab radliyallahu anhu berkata,

“Ada seorang lelaki yang keluar dari rumahnya sedangkan dia membawa dosa seperti Gunung Tihamah, lalu dia mendengarkan ilmu agama. Lantas ia merasa takut kepada Allah. Maka ketika ia kembali ke rumahnya, ia tidak lagi memiliki dosa. Janganlah kalian berpisah dari majelis ulama.”

Maka ketahuilah, semoga Allah merahmatimu saudaraku, menghadiri majelis ilmu dapat menyebabkan seseorang diampuni dosanya oleh Allah

Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda mengisahkan sebagaimana perkataan Umar di atas dalam hadits yang panjang

Para malaikat berkata,
“Mereka juga meminta ampunan kepada-Mu.”

Allah berfirman,
“Aku telah mengampuni mereka. Aku beri kepada mereka yang mereka minta dan Aku beri mereka perlindungan dari apa yang mereka mintai perlindungan kepada-Ku.”

Kemudian para malaikat itu berkata lagi,
“Wahai Rabb, di kalangan mereka ada seorang hamba yang banyak sekali kesalahannya. Ia hanya melewati saja lalu ikut duduk bersama mereka,.”

Lalu Allah berfirman,
“Aku pun mengampuninya, mereka adalah satu kaum yang tidak akan sengsara orang yang duduk bersama mereka.”
(HR. Muslim)

Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita untuk mendatangi majelis ilmu dan pulang dari majelis ilmu dalam keadaan dosa-dosa kita terampuni oleh Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar