Jumat, 20 April 2018

HARI KEBANGKITAN

الســلام عليــكم ورحمـــة اللّٰــه وبركـــاته

بســــــــــم اللّٰــــه والصــلاة والســلام عـــلى أشرف المـــر سـلـيــن،نبــينــا محمــد وعــلى آلــه وأصحــابه أَجمعيـــن

HARI KEBANGKITAN

Keadaan Manusia Saat Dibangkitkan

Sabda Rasulullah ﷺ.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ قَالُوا يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَرْبَعُونَ يَوْمًا قَالَ أَبَيْتُ قَالُوا أَرْبَعُونَ شَهْرًا قَالَ أَبَيْتُ قَالُوا أَرْبَعُونَ سَنَةً قَالَ أَبَيْتُ ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مِنْ السَّمَاءِ مَاءً فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ قَالَ وَلَيْسَ مِنْ الْإِنْسَانِ شَيْءٌ إِلَّا يَبْلَى إِلَّا عَظْمًا وَاحِدًا وَهُوَ عَجْبُ الذَّنَبِ وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ  =متفق عليه=

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu., ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh bulan? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh tahun? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda lagi: Lalu Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat. =HR. Muttafaqun ’Alaihi=

Firman Allah ﷻ :

Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?”. inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah rasul- rasul(Nya). Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba- tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan. =Qs. Yasin 36 : 52-54=

Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. =Qs. Al-Mujadilah 58: 6=

Saat manusia dibangkitkan mereka dalam keadaan tanpa beralas kakiو telanjang dan belum dikhitan.  Dari A’isyah radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :

يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفُاةً عُرَاةً غُرْلاً  قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ  النِّسَاءُ وَالرِّجَالُ جَمِيْعًا؟  يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ اِلَى بَعْضٍ!  قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  يَا عَائِشَةُ اَلاَمْرَ اَشَدُّ مِنْ اَنْ يَنْظُرَ بَعْضُهُمْ اِلَى بَعْضٍ  =متفق عليه=

“Manusia dikumpulkan pada hari kiamat keadaan tanpa beralas kaki, telanjang, belum di khitan”. Aku bertanya : “Ya Rasulallah, perempuan dan laki-laki semuanya? Sebagian mereka akan melihat kepada sebagian yang lain”. Beliau ﷺ bersabda : “Hai A’isyah, urusan pada saat itu lebih dahsyat ketimbang sebagian melihat kepada sebagian yang lain”. =HR. Muttafaqun ‘Alaih=

Yang pertama kali dibangkitkan adalah Rasulullah saw (HR. Muslim) dan yang pertama kali diberi pakaian adalah Nabi Ibrahim alaihi sallam. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

يَاَيُّهَاالنَّاسُ اِنَّكُمْ مَحْشُوْرُوْنَ اِلَى اللهِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً ثُمَّ قَالَ [كَمَا بَدَأْنَا اَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيْدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا اِنَّا كُنَّا فَاعِلِيْنَ]  (الانبياء : ١٠٤) ثُمَّ قَالَ اَلاَ وَاِنَّ اَوَّلَ الْخَلاَئِقِ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ اِبْرَاهِيْمُ اَلاَ وَاِنَّهُ يُجَاءُ بِرِجَالٍ مِنْ اُمَّتِيْ فَيُؤْخَذُ بِهِمْ ذَاتَ الشِّمَالِ فَاَقُوْلُ يَارَبِّ اَصَيْحَابِيْ فَيُقَالُ اِنَّكَ لاَ تَدْرِيْ مَا اَحْدَثُوْا بَعْدَكَ فَاَقُوْلُ كَمَا قَالَ الْعَبْدُ الصَّالِحُ [وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا مَادُمْتُ فِيْهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِيْ كُنْتَ اَنْتَ الرَّقِيْبَ عَلَيْهِمْ وَاَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ] المائدة : ١١٧ فَيُقَالُ اِنَّ هَاؤُلاَءِ لَمْ يَزَالُوْا مُرْتَدِّيْنَ عَلَى اَعْقَابِهِمْ مُنْذُ فَارَقْتَهُمْ   =رواه البخاري=

“Hai sekalian manusia, sesungguhnya kamu kelak dikumpulkan kepada Allah tanpa beralas kaki, telanjang dan belum di khitan”. Kemudian Nabi ﷺ membaca firman Allah : “Sebagaimana Kami telah memulai penciptan pertama, begitulah kami akan mengulanginya. Itulah satu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya” (Qs. Al Anbiyaa’ 20: 104). Lalu beliau ﷺ bersabda lagi : “Ketahuilah bahwa orang yang pertama kali diberi pakaian pada hari kiamat adalah nabi Ibrahim. Ketahuilah akan didatangkan orang-orang laki-laki dari ummatku kemudian mereka dibawa kesebelah kiri”, lalu aku katakan : “Wahai tuhanku, ini adalah umatku”. Lalu dijawab : “Sesungguhnya engkau tidak tahu bid’ah yang mereka lakukan setelah engkau tiada”. Maka akupun mengatakan seperti yang dikatakan hamba yang shaleh (‘Isa as) : “Dan dahulu aku menjadi saksi atas mereka selama aku berada bersama mereka. Tetapi ketika Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka” (Qs. Al-Maa-idah 5: 117). lalu dikatakan, “sesungguhnya mereka murtad semenjak engkau meninggalkan mereka”. =HR. Bukhari=

Pada hari itu manusia diciptakan dengan bentuk yang baru dan memiliki kekhususan-kekhususan, seperti tidak mati walaupun tertimpa musibah, bisa melihat Malaikat dan Jin.

Firman Allah ﷻ.

Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia satu Malaikat penggiring dan satu Malaikat penyaksi.  Sesungguhnya kamu berada dalam Keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.  (Qs. Qaaf 50: 21-22)

KEADAAN PADANG MAHSYAR

Firman Allah ﷻ:

(yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. =Qs. Ibrahim 14 : 48=

Al-Hasr adalah Pengumpulan seluruh makhluk pada hari kiamat untuk di hisab dan di ambil keputusannya. Sedangkan Mahsyar adalah tempat berkumpulnya makhluk. Satu hari di Mahsyar lamanya sama dengan 50.000 tahun di dunia.

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. =Qs. Al-Ma’aarij 70 : 4=

Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu. =Qs. Al-Hajj 22 : 47=

Manusia di Mahsyar menjadi tiga golongan.

Sabda Rasulullah ﷺ.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَلَاثَةَ أَصْنَافٍ صِنْفًا مُشَاةً وَصِنْفًا رُكْبَانًا وَصِنْفًا عَلَى وُجُوهِهِمْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَمْشُونَ عَلَى وُجُوهِهِمْ قَالَ إِنَّ الَّذِي أَمْشَاهُمْ عَلَى أَقْدَامِهِمْ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُمْشِيَهُمْ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَمَا إِنَّهُمْ يَتَّقُونَ بِوُجُوهِهِمْ كُلَّ حَدَبٍ وَشَوْكٍ  =رواه الترمذي=

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasul ﷺ bersabda, “Dikumpulkan manusia pada hari kiamat menjadi tiga golongan : Segolongan berjalan kaki, segolongan berkendaraan dan segolongan yang lain berjalan dengan mukanya”. Ditanya : “Ya Rasullallah, bagaimana mereka bisa berjalan dengan mukanya?” Beliau ﷺ bersabda : “Sesungguhnya Allah yang membuat mereka bisa berjalan dengan kakinya, dan Allah akan sanggup membuat mereka berjalan dengan mukanya. Bukankah dulu mereka berhati-hati dengan muka mereka akan batu yang tajam dan duri”. =HR. Tirmidzi=

Rasulullah ﷺ bersabda:

رُوِىَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – « قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَرَأَيْتَ قَوْلَ اللهِ تَعَالَى: {يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ أَفْوَاجاً}، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» يَا مُعَاذُ، سَأَلْتَ عَنْ أَمْرٍ عَظِيْمٍ مِنَ اْلأُمُوْرِ، ثُمَّ أَرْسَلَ عَيْنَيْهِ وَقَالَ: تُحْشَرُ عَشَرَةُ أَصْنَافٍ مِنْ أُمَّتِيْ: بَعْضُهُمْ عَلَى صُوْرَةِ الْقِرْدَةِ، وَبَعْضُهُمْ عَلَى صُوْرَةِ الْخَنَازِيْرِ، وَبَعْضُهُمْ مُنْكِسُوْنَ: أَرْجُلُهُمْ فَوْقَ وُجُوْهِهِمْ يُسْحَبُوْنَ عَلَيْهَا، وَبَعْضُهُمْ عُمْيًا، وَبَعْضُهُمْ صُمّاً بُكْماً، وَبَعْضُهُمْ يَمْضَغُوْنَ أَلْسِنَتَهُمْ فَهِيَ مُدَلاَّةٌ عَلَى صُدُوْرِهِمْ: يَسِيْلُ القَيْحُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ يَتَقَذَّرُهُمْ أَهْلُ الْجَمْعِ، وَبَعْضُهُمْ مُقَطَّعَةٌ أَيْدِيْهِمْ وَأَرْجُلِهِمْ، وَبَعْضُهُمْ مُصَلَّبُوْنَ عَلَى جُذُوْعِ مِنْ نَارٍ، وَبَعْضُهُمْ أَشَدُّ نَتْناً مِنَ الْجِيْفِ، وَبَعْضُهُمْ مُلْبَسُوْنَ جَبَاباً سَابِغَةً مِنْ قَطِرَانٍ لاَزِقَةٍ بِجُلُوْدِهِمْ؛ فَأَمَّا الَّذِيْنَ عَلَى صُوْرَةِ الْقِرْدَةِ فَالْقَتَّاتُ مِنَ النَّاسِ. وَأَمَّا الَّذِيْنَ عَلَى صُوْرَةِ الْخَنَازِيْرِ: فَأَهْلُ السُّحْتِ. وَأَمَّا الْمُنْكِسُوْنَ عَلَى وُجُوْهِهِمْ فَأَكَلَةُ الرِّبَا، وَأَمَّا الْعُمْيُ فَالَّذِيْنَ يَجُوْرُوْنَ فِيْ الْحُكْمِ، وَأَمَّا الصُمُّ الْبُكْمُ فَالْمُعْجَبُوْنَ بِأَعْمَالِهِمْ، وَأَمَّا الَّذِيْنَ يَمْضُغُوْنَ أَلْسِنَتَهُمْ فَالْعُلَمَاءُ وَالْقِصَاصُ الَّذِيْنَ خَالَفَ قَوْلُهُمْ أَعْمَالَهُمْ، وَأَمَّا الَّذِيْنَ قُطِعَتْ أَيْدِيْهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ فَهُمُ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ الْجِيْرَانِ، وَأَمَّا الْمُصَلَّبُوْنَ عَلَى جُذُوْعٍ مِنْ نَّارٍ فَالسَّعَاةُ بِالنَّاسِ إِلَى السُّلْطَانِ، وَأَمَّا الَّذِيْنَ هُمْ أَشَدُّ نَتْناً مِنَ الْجِيْفِ فَالَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الشَّهَوَاتِ وَاللَّذَّاتِ وَمَنَعُوْا حَقَّ اللهِ فِيْ أَمْوَالِهِمْ، وَأَمَّا الَّذِيْنَ يَلْبِسُوْنَ الْجِبَابَ فَأَهْلُ الْكِبْرِ وَالْفَخْرِ وَالْخُيَلاَءِ =رواه القرطبي في تفسيره=

Dirirwayatkan dari Muadz bin Jabal ra, Aku bertanya, Ya Rasulallah, Bagaimana pendapatmu tentang firman Allah <Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangsakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, =An-Naba’ 78: 18=> Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar,” jawab Rasulullah ﷺ Kedua mata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya. “Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di dunia). Di antara mereka ada yang berwujud kera; ada yang berwujud babi; ada yang berjalan berjungkir-balik dengan muka terseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tidak tahu apa-apa; ada yang memamah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya; ada yang tangan dan kakinya dalam keadaan terpotong; ada yang disalib di atas batangan besi panas; ada yang aroma tubuhnya lebih busuk daripada bangkai; dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih.” “Mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara manusia. Yang berwujud babi adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan barang haram dan bekerja dengan cara yang haram, seperti cukai dan uang suap.” “Yang berjalan jungkir-balik adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan riba. Yang buta adalah orang-orang yang ketika di dunia suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum. Yang tuli dan bisu adalah orang-orang yang ketika di dunia suka ‘ujub (menyombongkan diri) dengan amalnya.” “Yang memamah lidahnya adalah ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak-belakang dengan amal perbuatannya. Yang terpotong tangan dan kakinya adalah orang-orang yang ketika di dunia suka menyakiti tetangganya.” “Yang disalib di batangan besi panas adalah orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu. Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai adalah orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan kemauan mereka tanpa mau menunaikan hak Allah yang ada pada harta mereka.” “Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih adalah orang yang suka takabur dan membanggakan diri [1].” =HR. Qurthubi dalam Tafsirnya=

Manusia saat itu ditimpa kesulitan yang sangat dahsyat.

عَنِ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيلٍ قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ فَوَاللَّهِ مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيلِ أَمَسَافَةَ الْأَرْضِ أَمْ الْمِيلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ قَالَ فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى كَعْبَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى حَقْوَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا قَالَ وَأَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيهِ  =رواه مسلم=

Dari Miqdad Bin Al Aswad ra, mengatakan Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:  “Didekatkan matahari itu pada hari kiamat kepada makhluk sampai jaraknya kepada mereka seukuran satu mil” (Berkata Sulaim bin ‘Amir : “Demi Allah, saya tidak tahu apa maksud dengan mil itu! Apakah alat ukur bumi atau alat yang dipakai untuk mencelak mata”). Beliau saw berkata lagi : “Keadaan keringat manusia tergantung pada ‘amalnya. Sebagian keringatnya mencapai kedua mata kakinya, sebagian mencapai dengkulnya, sebagian lagi mencapai pinggangnya, ada pula yang keringatnya menjadi seperti tali kekang (pada kuda) mencapai mulutnya”. seraya rasul ﷺ menunjuk mulutnya. =HR. Muslim=

Pada saat itu orang-orang yang mendapat perlindungan adalah :

Sabda Rasul ﷺ dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al Khudriy radhiyallahu anhu.

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ اِلاَّ ظِلُّهُ : اْلاِمَامٌ الْعَادِلُ. وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ . وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّلَقٌ  بِالْمَسَاجِدِ. وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِيْ اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ. وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَاَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ اِنِّيْ اَخَافُ اللهَ. وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَاَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمُ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ. وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ  =رواه احمد والبخاري ومسلم والنسائي=

Ada tujuh (kelompok) manusia yang Allah akan lindungi pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya : 1. Pemimpin yang ‘adil. 2. Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah. 3. Seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid. 4. Dua orang yang saling mencintai, mereka bersatu karena Allah dan berpisah juga karena Allah. 5. Seorang laki-laki yang diajak seorang wanita yang memiliki kedudukan dan harta lalu mengatakan “Sesungguhnya aku takut kepada Allah”. 6. Seseorang yang bersedekah  lalu menyembunyikan sedekahnya sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya. 7. Seseorang yang mengingat Allah dalam kesepian lalu mengalir air matanya”. =HR. Ahmad, Bukhari, Muslim dan An-Nasa’i=

Bila keadaan semakin dahsyat dan kesulitan menjadi semakin besar. Mereka meminta syafa’at kepada Allah melalui para Nabi dan Rasul. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhu, Bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

اِنَّ الشَّمْسَ تَدْنُوْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَبْلُغَ الْعَرَقُ نِصْفُ اْلاُذُنِ . فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَالِكَ اِسْتَغَاثُوْا ِلاَدَمَ فَيَقُوْلُ لَسْتُ بِصَاحِبِ ذَالِكَ . ثُمَّ بِمُوْسَى فَيَقُوْلُ كَذَالِكَ. ثُمَّ بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَشْفَعُ لِيُقْضَى بَيْنَ الْخَلْقِ, فَيَمْشِيْ حَتَّى يَأْخُذَ بِحَلْقَةِ بَابِ الْجَنَّةِ, فَيَوْمَئِذٍ يَبْعَثُهُ اللهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا يَحْمَدُهُ اَهْلَ الْجَمْعِ كُلُّهُمْ  =رواه ابو داود والحاكم=

“Sesungguhnya matahari itu akan didekatkan pada hari kiamat hingga keringat seseorang mencapai setengah telinganya”. Ketika mereka (manusia) dalam keadaan demikian, mereka meminta pertolongan kepada Adam alaihi sallam, maka ia mengatakan : “saya bukan orang yang dapat melakukan itu”.  Kemudian kepada Musa as, begitu juga jawabannya. Kemudian kepada Muhammad ﷺ, maka beliau memberikan syafa’at agar diberi ketetapan kepada semua makhluk. Maka kemudian nabi ﷺ berjalan hingga ia sampai di satu lingkaran di pintu surga. Pada saat itulah dianugerahkan kepadanya “Maqaaman Mahmuudan” (tempat yang terpuji), lalu semua penduduk mahsyar memuji  beliau ﷺ. =HR. Abu Daud dan Hakim=

Syafa’at ini adalah Permohonan kepada Allah untuk kebaikan semua manusia di akhirat. Syafa’at ini adalah Syafaa’atul ‘Uzhma yang termasuk dalam golongan do’a yang mustajab. Syafa’at ini hanya di dapat oleh orang-orang yang beriman saja.

Sabda Rasulullah ﷺ:

عَنْ الطُّفَيْلِ بْنِ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ كُنْتُ إِمَامَ النَّبِيِّينَ وَخَطِيبَهُمْ وَصَاحِبَ شَفَاعَتِهِمْ غَيْرَ فَخْرٍ =رواه الترمذي وابن ماجه واحمد=

Dari Thufail bin Ubay bin Ka’ab dari ayahnya bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila hari sudah kiamat, Aku adalah pemimpin para nabi, juru bicara mereka dan yang memberikat syafa’at. (Aku sampaikan ini) bukan karena kesombongan”. =HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad=

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا  =رواه مسلم=

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, berkata: Bersabda Rasulullah ﷺ. “Setiap nabi memiliki do’a yang mustajabah. Maka tergesalah semua nabi menggunakan do’a itu. Sesungguhnya aku telah menyimpan do’aku itu sebagai syafa’at bagi umatku kelak pada hari kiamat. Do’aku itu akan didapat kelak insya Allah oleh orang yang mati dari umatku yang mereka tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”. =HR. Muslim=

[1] Lihat juga tafsir Al Qurthubi, Al Alusi, Ar Rozi, Al Baidhowi, An Naisaburi, Kasysyaf, Abi Sa’ud Dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar