Minggu, 05 April 2020

PENGERTIAN DAN MACAM BITAH

PENGERTIAN BID’AH MACAM-MACAM BID’AH DAN HUKUM-HUKUMNYA

Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

PENGERTIAN BID’AH

Bid’ah menurut bahasa, diambil dari bida’ yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh. Sebelumnya Allah berfirman.

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

“Allah pencipta langit dan bumi” [Al-Baqarah/2 : 117]

Artinya adalah Allah yang mengadakannya tanpa ada contoh sebelumnya.

Juga firman Allah.

قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ

“Katakanlah : ‘Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul“. [Al-Ahqaf/46 : 9].

Maksudnya adalah : Aku bukanlah orang yang pertama kali datang dengan risalah ini dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambanya, bahkan telah banyak sebelumku dari para rasul yang telah mendahuluiku.

Dan dikatakan juga : “Fulan mengada-adakan bid’ah“, maksudnya : memulai satu cara yang belum ada sebelumnya.

Dan perbuatan bid’ah itu ada dua bagian :

1. Perbuatan bid’ah dalam adat istiadat (kebiasaan) ; seperti adanya penemuan-penemuan baru dibidang IPTEK (juga termasuk didalamnya penyingkapan-penyingkapan ilmu dengan berbagai macam-macamnya). Ini adalah mubah (diperbolehkan) ; karena asal dari semua adat istiadat (kebiasaan) adalah mubah.

2. Perbuatan bid’ah di dalam Ad-Dien (Islam) hukumnya haram, karena yang ada dalam dien itu adalah tauqifi (tidak bisa dirubah-rubah) ; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang mengadakan hal yang baru (berbuat yang baru) di dalam urusan kami ini yang bukan dari urusan tersebut, maka perbuatannya di tolak (tidak diterima)“. Dan di dalam riwayat lain disebutkan : “Barangsiapa yang berbuat suatu amalan yang bukan didasarkan urusan kami, maka perbuatannya di tolak“.

MACAM-MACAM BID’AH

Bid’ah Dalam Ad-Dien (Islam) Ada Dua Macam :
1. Bid’ah qauliyah ‘itiqadiyah : Bid’ah perkataan yang keluar dari keyakinan, seperti ucapan-ucapan orang Jahmiyah, Mu’tazilah, dan Rafidhah serta semua firqah-firqah (kelompok-kelompok) yang sesat sekaligus keyakinan-keyakinan mereka.

2. Bid’ah fil ibadah : Bid’ah dalam ibadah : seperti beribadah kepada Allah dengan apa yang tidak disyari’atkan oleh Allah : dan bid’ah dalam ibadah ini ada beberapa bagian yaitu :

a. Bid’ah yang berhubungan dengan pokok-pokok ibadah : yaitu mengadakan suatu ibadah yang tidak ada dasarnya dalam syari’at Allah Ta’ala, seperti mengerjakan shalat yang tidak disyari’atkan, shiyam yang tidak disyari’atkan, atau mengadakan hari-hari besar yang tidak disyariatkan seperti pesta ulang tahun, kelahiran dan lain sebagainya.

b. Bid’ah yang bentuknya menambah-nambah terhadap ibadah yang disyariatkan, seperti menambah rakaat kelima pada shalat Dhuhur atau shalat Ashar.

c. Bid’ah yang terdapat pada sifat pelaksanaan ibadah. Yaitu menunaikan ibadah yang sifatnya tidak disyari’atkan seperti membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan dengan cara berjama’ah dan suara yang keras. Juga seperti membebani diri (memberatkan diri) dalam ibadah sampai keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

d. Bid’ah yang bentuknya menghususkan suatu ibadah yang disari’atkan, tapi tidak dikhususkan oleh syari’at yang ada. Seperti menghususkan hari dan malam nisfu Sya’ban (tanggal 15 bulan Sya’ban) untuk shiyam dan qiyamullail. Memang pada dasarnya shiyam dan qiyamullail itu di syari’atkan, akan tetapi pengkhususannya dengan pembatasan waktu memerlukan suatu dalil.

HUKUM BID’AH DALAM AD-DIEN

Segala bentuk bid’ah dalam Ad-Dien hukumnya adalah haram dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat“. [Hadits Riwayat Abdu Daud, dan At-Tirmidzi ; hadits hasan shahih].

Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa beramal suatu amalan yang tidak didasari oleh urusan kami maka amalannya tertolak“.

Dan dalam riwayat lain disebutkan :

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa mengadakan hal yang baru yang bukan dari kami maka perbuatannya tertolak“.

Maka hadits tersebut menunjukkan bahwa segala yang diada-adakan dalam Ad-Dien (Islam) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat dan tertolak.

Artinya bahwa bid’ah di dalam ibadah dan aqidah itu hukumnya haram.

Tetapi pengharaman tersebut tergantung pada bentuk bid’ahnya, ada diantaranya yang menyebabkan kafir (kekufuran), seperti thawaf mengelilingi kuburan untuk mendekatkan diri kepada ahli kubur, mempersembahkan sembelihan dan nadzar-nadzar kepada kuburan-kuburan itu, berdo’a kepada ahli kubur dan minta pertolongan kepada mereka, dan seterusnya. Begitu juga bid’ah seperti bid’ahnya perkataan-perkataan orang-orang yang melampui batas dari golongan Jahmiyah dan Mu’tazilah. Ada juga bid’ah yang merupakan sarana menuju kesyirikan, seperti membangun bangunan di atas kubur, shalat berdo’a disisinya. Ada juga bid’ah yang merupakan fasiq secara aqidah sebagaimana halnya bid’ah Khawarij, Qadariyah dan Murji’ah dalam perkataan-perkataan mereka dan keyakinan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan ada juga bid’ah yang merupakan maksiat seperti bid’ahnya orang yang beribadah yang keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan shiyam yang dengan berdiri di terik matahari, juga memotong tempat sperma dengan tujuan menghentikan syahwat jima’ (bersetubuh).

Catatan :
Orang yang membagi bid’ah menjadi bid’ah hasanah (baik) dan bid’ah syayyiah (jelek) adalah salah dan menyelesihi sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Sesungguhnya setiap bentuk bid’ah adalah sesat“.

Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menghukumi semua bentuk bid’ah itu adalah sesat ; dan orang ini (yang membagi bid’ah) mengatakan tidak setiap bid’ah itu sesat, tapi ada bid’ah yang baik !

Al-Hafidz Ibnu Rajab mengatakan dalam kitabnya “Syarh Arba’in” mengenai sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Setiap bid’ah adalah sesat”, merupakan (perkataan yang mencakup keseluruhan) tidak ada sesuatupun yang keluar dari kalimat tersebut dan itu merupakan dasar dari dasar Ad-Dien, yang senada dengan sabdanya : “Barangsiapa mengadakan hal baru yang bukan dari urusan kami, maka perbuatannya ditolak“. Jadi setiap orang yang mengada-ada sesuatu kemudian menisbahkannya kepada Ad-Dien, padahal tidak ada dasarnya dalam Ad-Dien sebagai rujukannya, maka orang itu sesat, dan Islam berlepas diri darinya ; baik pada masalah-masalah aqidah, perbuatan atau perkataan-perkataan, baik lahir maupun batin.

Dan mereka itu tidak mempunyai dalil atas apa yang mereka katakan bahwa bid’ah itu ada yang baik, kecuali perkataan sahabat Umar Radhiyallahu ‘anhu pada shalat Tarawih : “Sebaik-baik bid’ah adalah ini”, juga mereka berkata : “Sesungguhnya telah ada hal-hal baru (pada Islam ini)”, yang tidak diingkari oleh ulama salaf, seperti mengumpulkan Al-Qur’an menjadi satu kitab, juga penulisan hadits dan penyusunannya”.

Adapun jawaban terhadap mereka adalah : bahwa sesungguhnya masalah-masalah ini ada rujukannya dalam syari’at, jadi bukan diada-adakan. Dan ucapan Umar Radhiyallahu ‘anhu : “Sebaik-baik bid’ah adalah ini”, maksudnya adalah bid’ah menurut bahasa dan bukan bid’ah menurut syariat. Apa saja yang ada dalilnya dalam syariat sebagai rujukannya jika dikatakan “itu bid’ah” maksudnya adalah bid’ah menurut arti bahasa bukan menurut syari’at, karena bid’ah menurut syariat itu tidak ada dasarnya dalam syariat sebagai rujukannya.

Dan pengumpulan Al-Qur’an dalam satu kitab, ada rujukannya dalam syariat karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan penulisan Al-Qur’an, tapi penulisannya masih terpisah-pisah, maka dikumpulkan oleh para sahabat Radhiyallahu anhum pada satu mushaf (menjadi satu mushaf) untuk menjaga keutuhannya.

Juga shalat Tarawih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat secara berjama’ah bersama para sahabat beberapa malam, lalu pada akhirnya tidak bersama mereka (sahabat) khawatir kalau dijadikan sebagai satu kewajiban dan para sahabat terus sahalat Tarawih secara berkelompok-kelompok di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup juga setelah wafat beliau sampai sahabat Umar Radhiyallahu ‘anhu menjadikan mereka satu jama’ah di belakang satu imam. Sebagaimana mereka dahulu di belakang (shalat) seorang dan hal ini bukan merupakan bid’ah dalam Ad-Dien.

Begitu juga halnya penulisan hadits itu ada rujukannya dalam syariat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk menulis sebagian hadits-hadist kepada sebagian sahabat karena ada permintaan kepada beliau dan yang dikhawatirkan pada penulisan hadits masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara umum adalah ditakutkan tercampur dengan penulisan Al-Qur’an. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat, hilanglah kekhawatiran tersebut ; sebab Al-Qur’an sudah sempurna dan telah disesuaikan sebelum wafat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka setelah itu kaum muslimin mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai usaha untuk menjaga agar supaya tidak hilang ; semoga Allah Ta’ala memberi balasan yang baik kepada mereka semua, karena mereka telah menjaga kitab Allah dan Sunnah Nabi mereka Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar tidak kehilangan dan tidak rancu akibat ulah perbuatan orang-orang yang selalu tidak bertanggung jawab.

[Disalin dari buku Al-Wala & Al-Bara Tentang Siapa Yang harus Dicintai & Harus Dimusuhi oleh Orang Islam, oleh Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, terbitan At-Tibyan Solo, hal 47-55, penerjemah Endang Saefuddin.]

Sumber Al manhaj.or.id

Repost Sutri Rahmi

Kamis, 02 April 2020

NAMA LAIN DAGING BABI

INILAH NAMA LAIN DAGING BABI YANG DIGUNAKAN DALAM MAKANAN, UMAT ISLAM WAJIB TAHU
 
🍒Wakil Direktur Bidang Auditing dan Sistem Jaminan Halal, Ir. Muti Arintawati menyatakan, di tengah ramainya barang~barang impor, seiring dengan Masyarakat Ekonomi Asean, konsumen di Indonesia memang harus lebih kritis terhadap produk yang hendak mereka konsumsi. Banyak istilah yang belum mereka pahami, sehingga sangat disarankan agar konsumen bertanya terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu yang kandungan bahannya belum mereka ketahui. 
“Ini untuk menghindari kejadian seperti ibu~ibu yang membeli siomay cu nyuk, beberapa waktu lalu,” tukasnya.

🍓Sebagai contoh, ramai yang belum memahami bahwa label bertulis This product contain substance from porcine, artinya produk tersebut mengandung bahan dari babi.

🍑Begitu juga dengan istilah The source of gelatin capsule is porcine, yang artinya kapsul dari gelatin babi.

🍇Berikut adalah istilah yang digunakan dalam produk yang mengandung/menggunakan unsur babi, yang dirangkum dari berbagai sumber, antara lain:

🍂.PIG
Istilah umum untuk seekor babi atau sebenarnya babi muda, berat kurang dari 50 kg.

🍂.PORK
Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan.

🍂.SWINE
Istilah yang digunakan untuk keseluruhan kumpulan spesies babi.

🍂.HOG
Istilah untuk babi dewasa, berat melebihi 50 kg.

🍂.BOAR
Babi liar / celeng / babi hutan.

🍂.LARD
Lemak babi yang digunakan untuk membuat minyak masak dan sabun.

🍂.BACON
Daging hewan yang disalai, termasuk / terutama babi.

🍂.HAM
Daging pada bagian paha babi.

🍂.SOW
Istilah untuk babi betina dewasa (jarang digunakan).

🍂.SOW MILK
Susu babi.

🍂.PORCINE
Istilah yang digunakan untuk sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi. 

🍎Porcine sering digunakan di dalam bidang pengobatan/ medis untuk menyatakan sumber yang berasal dari babi.

🍍Masyarakat perlu hati-hati juga dengan istilah-istilah lain yang merujuk pada babi, misalnya : cu nyuk, dalam bahasa Khek/Hakka (nama kelompok masyarakat Tioghoa), cu berarti babi dan nyuk berarti daging.  Jadi jika digabung  cu nyuk memiliki arti daging babi, sedangkan dalam bahasa Mandarin daging babi disebut cu rou. Sama halnya dengan istilah ham di Eropa.

🍏Untuk masyarakat Eropa  ham adalah istilah umum untuk daging babi. Di Jepang chashu atau yakibuta adalah istilah makanan yang merujuk pada nama makanan olahan babi bagian perut. Chasheeu juga memiliki istilah lain  yang disebut nibuta (arti harfiah: babi masak).

🍌Tak jauh berbeda dengan makanan Jepang, makanan Korea yang kini sedang booming di kalangan  masyarakat Indonesia juga terdapat istilah-istilah makanan yang memiliki arti khusus sebagai produk makanan olahan babi seperti, dwaeji-bulgogi yang berarti babi panggang bumbu, Samgyeopsal (daging perut babi yang dipanggang tanpa/dengan bumbu), dan Makchang gui  (jeroan babi panggang).

🍈Tak hanya pada makanan international, pada makanan lokal pun terdapat istilah-istilah khusus untuk pangan olahan babi. Misalnya saksang (olahan daging babi khas daerah Tapanuli), Bak kut teh (makanan Tionghoa paduan dari sayur asin dengan kaldu iga babi khas Kepulauan Riau), Tinorangsak: gulai babi khas Manado.

🍊Jika menemukan istilah~istilah tersebut di atas, konsumen tak perlu ragu untuk meninggalkan produk tersebut dan menggantinya dengan produk sejenis yang telah bersertifikat halal. (FM)

#Moga_Bermanfaat
Sumber :📝 Rumah_Herbal
_______

Mohon dibantu untuk menyebarkan, terimakasih 🙏😊

Rabu, 01 April 2020

JANGAN FANATIK WALAUPUN BERGELAR USTAD

Bismillah...
TOLONG DIBACA PELAN2 YA...
JANGAN TERLALU FANATIK KPD MANUSIA HANYA KARENA BERGELAR USTADZ..KARENA USTADZ HANYA MANUSIA..SEMOGA ALLAH LEMBUTKAN HATI KITA UNTUK MENERIMA KEBENARAN INI..AAMIIN

TIDAK ADA KATA TABAYYUN UNTUK MEMBELA KESESATAN

 GARA2 FATWANYA...BID'AH TUMBUH SUBUR DITANAH AIR..MELANGGAR ATURAN SYARIAT DEMI AJARAN NENEK MOYANG...BAHKAN TIDAK SEGAN2 BERDALIL DGN HADIST2 PALSU UNTUK MELEGALKAN KEBIDAHANYA

GARA2 FATWA MEREKA....UMMAT ISLAM MENGHALALKAN MUSIK..YANG MENGATAKAN MUSIK HALAL KALAU SYAIRNYA MENGAJAK KEBAIKAN...JADILAH UMAT INI PECINTA MUSIK SEJATI...SHOLAWAT DIDANGDUTIN..DIREMIX IN..DIKOPLOIN..
PADAHAL ALLAH DAN RASULNYA MENGHARAMKAN MUSIK

GARA2 FATWA MEREKA..RIBA TUMBUH SUBUR DIMASYARAKAT...KAUM MUSLIMIN BERLOMBA2 MEMPERKAYA DIRI DENGAN HARTA RIBA..KARENA FATWANYA YG MEMBOLEHKAN RIBA JIKA DARURAT...PADAHAL ALLAH DAN RASULNYA MENGHARAMKAN RIBA...

GARA2 FATWA MEREKA..UMAT ISLAM ENGGAN MENJALANKAN SUNNAH BAHKAN MEMBENCI SUNNAH NABI...DENGAN MENGATAKAN..JENGGOT MMBUAT PENAMPILAN JELEK..KAYAK TUSUK SATE..BOLEH ISBAL ASAL GA SOMBONG..PADAHAL ITU PERINTAH ALLAH DAN RASULNYA....

GARA2 MEREKA TAREQAT2 SESAT TUMBUH SUBUR.KARNA ABDUL SHOMAD ADALAH PENGIKUT TAREQAT SUFI NAQSABANDIAH YG TELAH DIFATWAKAN SESAT OLEH PARA ULAMA...DENGAN MENGATAKAN BAHWA ITU HANYA METODE DALAM BERAGAMA...

BARU2 INI KEDUA USTADZ MEMBUAT SYUBHAT 
MENGAJAK  ORANG2 NONTON BIOSKOP..PADAHAL SDH JELAS BIOSKOP ADALAH SALAH SATU SARANG MAKSIAT

**BERHATI2LAH DALAM MEMILIH GURU**
KARNA AKAN ADA DIAKHIR ZAMAN DAI2 YANG MENYERU KPD NERAKA JAHANNAM...NAUDZUBILLAHI MINANNAR

Sesungguhnya ilmu adalah agama,maka hendaklah kalian melihat darimana kalian mengambilnya..
(MUHAMMAD BIN SIRIN)

Sesungguhnya ilmu adalah darah dagingmu dan engkau akan ditanya  di mintai pertanggung jawaban pada hari kiamat,maka lihatlah darimana engkau mengambil ilmu tersebut..
(IMAM MALIK BIN ANAS)

Bapak Ustadz abdul shomad adalah saudara saya,tapi beliau bukan guru saya,Bapak Ustadz.ADI HIDAYAT juga saudara saya,tapi beliau bukan guru saya,Jadi saya tidak mengambil ilmu dari beliau,karena Aqidah dan manhaj yg berbeda,karna tidak ada kompromi dalam masalah Aqidah dan manhaj...

LIHATLAH , BETAPA HEBATNYA MEREKA 

JUJUR , dulu saya adalah salah satu orang menyukai ceramah2 Beliau .

Sebut saja Ust.Abdul somad Lc.MA, namanya yg mulai terkenal melalui ceramah2nya yang disebar di youtube dan sering jadi bahan perbincangan orang. Ceramahnya yg santai ,  dibungkus dengan senda gurau dan canda tawa, dengan pembawaan bahasa melayu yang sangat khas itu , disertai pula dengan Dalil2 dan hapalan yang kuat, membuat setiap orang tertarik untuk mendengarkan ceramah2nya.Ya, saya suka dengan Ustad ini,akan  tetapi itu dulu.

 Dan  siapa sangka , beliau kerap kali membuat orang2 resah dengan isi ceramahnya yang berusaha menyudutkan dakwah SALAF .
Dengan berbagai macam syubhat dan fitnah yang disebarkannya , baik itu dalam ceramah ataupun didalam karya2 nya. Saya akan sebutkan beberapa  fitnah dan syubhat2 beliau,  diantaranyaa :

-Ustad AS mengatakan kelompo2k yang selalu  menyalahkan ,bid'ah , haram ,dan  adalah  kelompok agen Intelijen Amerika dan Israel (Yahudi), gak percaya , lihat saja videonya diyoutube.Beliau menuduh tanpa ada bukti  yang jelas dan valid, namun berani sekali mengatakannya.Beliau juga melarang mengikuti kelompok2 yang menyalahkan orang lain . Padahal kita tahu, yang pertama kali mengucapkan perkatan bid'ah dan haram itu adalah Nabi Muhammad sendiri, bukan karang2 an Ustad bermanhaj Salaf. 

-Jenggot, beliau berkata memelihara  jenggot adalah SUNNAH berdasarkan Madzhab Syafi'i.Jika dengan adanya jenggot membuat penampilan tidak bagus, maka jenggot dicukur.  Inilah pendapat beliau ketika ditanya kenapa tidak berjenggot,"Saya kalau berjenggot, macam tusuk sate ,takut bapak bertemu sama saya."
Apakah sebegitu mudharatnya karna memelihara jenggot, jikapun panjang seperti tusuk sate , mengapa Ustad mencukur  habis?

-Isbal,berdasarkan penjelasan AS , Isbal tak mengapa jika tidak sombong.  Padahal kita tahu bahwa Isbal ini bukanlah masalah sepele . Kata DR. Zakir Naik,  tak kurang dari 5000 hadist yang menjelaskan nya.  Bahkan bisa menyebabkan seseorang  masuk Neraka .

- Tahlilan Kematian, beliau mengatakan bahwa tahlilan kematian 3 hari kematian, tujuh hari kematian adalah tradisi Salafush shalih .Kedustaan macam apa lagi yang beliau katakan ini .Padahal kita tahu, Nabi ,para sahabat ,tabi'in dan tabi'ut tabi'in tidak pernah melakukannya. 

-Ketika ditanya dimanakah Allah , beliau berkata Allah tak bertempat . Bukan kah perkataan ini sangat jelas sekali bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah

-Buku 37 MASALAH POPULER, tahukah anda, ternyata buku ini isinya syubhat semua ,berusaha utk melegalkan berbagai macam bid'ah hasanah dan penyimpangannya....

beliau mengatakan di Madinah ada perayaan Maulid, Padahal kita sama2 tahu bahwa Dimadinah tdk pernah  ada perayaan Maulid .Kalau tidak  percaya , tanyakan saja dengan kerabat atau keluarga anda yang berada disana saat ini.Ini adalah hoax .
Aduhai , Dusta Macam apa lagi yang hendak beliau gembar gemborkan di tengah umat  Ini.

Begitupun dengan Ustad Adi HidayatLc.MA, ceramahnya yg  tegas ,penuh sopan  santun dan berbobot,ditambah dgn hafalan yg cukup kuat, Ayat-ayat Al Quran dan kitab hadits seolah sudah tersimpan rapi dalam memori otaknya. Bukan hanya hafal , Ustadz Adi bahkan hafal nomor-nomor hadits ,halaman serta letak posisi sebuah hadits di dalam kitab, sehingga membuat setiap pendengar merasa tercengang dan terpukau  kepintaran beliau . Hingga membuat saya sendiri suka dengan beliau, Namun lagi - lagi itu dulu. 

Banyak sekali penyimpangan beliau yang harus kita ketahui, diantaranya:
- Masalah taqdir, beliau lebih condong kepada Aqidah Qodariyah .

-Masalah musik , beliau spendepat dengan Ustad abdul somad. Beliau membagi hukum musik menjadi boleh seperti musik Islami dan  musik yg dilarang .Padahal musik didalam Islam telah jelas dilarang dan hukumnya haram

-Begitu juga dengan hafalannya yang sangat jenius itu, ternyata ketika dicek masih banyak kesalahannya.

- Dan baru2 ini beliau berkata" " Dikala anda menolak maulid dengan pengertian bid'ah maka anda keluar dari islam " . SubhanAllah , begitu mudahnya beliau mengeluarkan seseorang  dari Islam (berarti murtad = Kafir)  hnya karna menolak perkara bid'ah yang tidak pernah Nabi contohkan.  Bukankah ketika kita menghukumi kekafiran seseorang harus melalui bebrapa hujjah . 

Dan ada banyak lagi penyimpangan2nya yang terlalu panjang  jika dijelaskan satu per satu.Beliau sendiri telah bebrapa kali dikritik oleh Ustad Firanda Andirja MA.

Lihatlah betapa hebatnya mereka , bagaimana tidak , mereka saja yang sudah jelas2 salah, begitu hebatnya dan semangatnya menyampaikannya. Seharusnya kita yang telah paham dan  Hijrah  ke Manhah SALAF harus lebih hebat dan semangat lagi dalam mennyampaikan kebenaran ini , yaitu menyampaikan ilmu sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman para salafush sholih.

Dari  tulisan ini, jelas sudah siapa sebenarnya yang ingin memecah belah Umat.Kadangkala mereka berkata dengan semaunya saja tanpa bertabayun terlebih dahulu. Seperti UAS yg berkata di Madinah akan diadakan perayaan Maulid, padahal beliau sendiri lulusan di Maroko, bukan di Madinah . Bagaimana mungkin beliau tahu diMadinah diadakan Maulid sedang beliau kuliah di Maroko? Ada yg bisa menjelaskan.

Teman2 sekalian , tulisan ini ditulis bukan lah untuk memecah belah, atau sebagai ajang hujat menghujat, ataupun merasa paling benar sendiri dan sok pintar urusan agama dari pada mereka. Namun ,tulisan ini dibuat  hanya untuk mengingatkan  dan  menyampaikan berbagai syubhat yang telah tersebar dihadapan  Umat Islam. Jika tidak disampaikan , maka sama saja dengan menyembunyikan ilmu. Bagaimana mungkin umat akan paham bila didiamkan begitu saja. 

Tentulah akan lebih baik jika kita mau pikir kembali kawan.semoga penggemar dua Ustad ini mau mengakuinya dan berlapang dada menerima kenyataan bahwa memang banyak syubhat yang disampaikannya . Kita tak boleh bertaqlid begitu saja hanya karna telah terlanjur menyukainya  sehingga ucapannya yang salah pun diterima begitu saja.Wallahi, jika Ustad yang saya senangi saat ini ada ucapannya yang salah , maka saya siapa untuk mengakuinya dan merimanya dengan lapang dada, agar tidak mengikuti ucapannya.Karna Kita hanya diperbolehkan bertaqlid kepada satu orang saja , yaitu Rasulullah Muhammad Sallallahu'alaihi Wasallam. Jika ada yang berkata:
"Ambil yang baik saja dan tinggalkan yang buruknya". Bagaimana mungkin orang akan tau mana yang baiknya dan mana yang buruknya jika tidak dijelaskan. Ingat tolak ukur baik buruk itu adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah. 

Mudah2an Ustad Abdul somadLc.  Dan  Ustad Adi Hidayat Lc.MA  yang terhormat, mau rujuk kembali ke Manhaj SALAF. 
Aamiin. Terakhir marilah kita doakan kedua ustadz ini dan para pengikutnya agar kembali kejalan yg benar yaitu jalanya para Nabi dan salafussalih...Aamiin

STOP KATA TABAYYUN UNTUK MEMBELA KESESATAN#

" antum sudah tabayyun atau belum...???  "

(Tabayyun)

Pengertian tabayyun dibedakan menjadi dua, yaitu pengertian secara bahasa dan istilah. 
*Secara bahasa Tabayyun* adalah mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas dan benar keadaan sesungguhnya.

*Secara istilah Tabayyun* adalah meneliti dan menyeleksi suatu berita, tidak secara tergesa-gesa dalam memutuskan suatu permasalahan hingga sampai jelas benar permasalahnnya, sehingga tidak ada pihak yang merasa terdzolimi atau terbohongi.

Allah  Ta 'ala berfirman:
*“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian orang fasiq dengan membawa berita, maka periksalah dahulu dengan teliti, agar kalian tidak menuduh suatu kaum dengan kebodohan, lalu kalian menyesal akibat perbuatan yang telah kalian lakukan.”* (QS. Al Hujurat : 6).

⏰Imam Asy Syaukani rohimahulloh berkata:

“Yang dimaksud dengan tabayyun adalah memeriksa dengan teliti dan yang dimaksud dengan tatsabbut adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, melihat dengan keilmuan yang dlm terhadap sebuah peristiwa dan kabar yang datang, sampai menjadi jelas dan terang baginya.
(Fathul Qadir, 5:65).
_________________

Tabayyun adalah perkara yg dibutuhkan ketika permasalahan tersebut masih SAMAR..atau pembawa berita orang fasiq..!?

↪Contoh :

Siang hari kita melihat MATAHARI.. !?
Ketika telah jelas BAHWA ITU MATAHARI..!? maka tidak perlu kita tabayyun lagi naik  pesawat kelangit utk memastikannya..!

↪Nah..
padahal video penyimpangan sang utad syubhat sdh kemana mana..dan tersebar syubhat PENYIMPANGAN AKIDAH DAN MANHAJ..

Apalagi mau ditabayyun..!?

💥fungsi dari tabayyun... 
Bukan sperti ucapan orang" jahil disuruh tabayyun...!!!

👉Nanti ada yg minta dikuburan tabayyun dulu.

👉Nanti ada yg nyembah kubur tabayyun dulu..

👉Nanti ada yg zina disuruh tabayyun dulu.!?

👉Nanti ada yg mabuk disuruh tabayyun dulu.!?

👉Nanti ada yg merampok disuruh tabayyun dulu..!?

🔥Mau jadi apa agama ini...klw sdh jelas didepan  mata disuruh tabayyun dulu.
akal harap dipakai dlm memakai kaidah TABAYYUN..!?

❎Jangan berlindung dibalik kata tabayyun buat membela Kesesatan....

Senin, 30 Maret 2020

HADITS "SURGA DIBAWAH TLAPAK KAKI IBU" PALSU

HADITS PALSU TENTANG SURGA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU 

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Butoni MA

 رُوِيَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ :  الجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ اْلأُمَّهَاتِ

 “Diriwayatkan dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Surga ada di bawah telapak kaki para ibu.” Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Abu asy-Syaikh al-Ashbahani rahimahullah dalam Thabaqâtul Muhadditsîna bi-Ashbahân (3/568), al-Qudha-‘i dalam Musnad asy-Syihâb (1/102) dan ad-Daulabi dalam al-Kuna wal Asmâ’ (no. 1440) dengan sanad mereka semua dari Manshûr bin al-Muhajir, dari Abu an-Nadhr al-Abbar, dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu , dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

 Hadits ini adalah hadits yang sangat lemah, dalam sanadnya ada dua rawi yang tidak dikenal, yaitu Manshûr bin al-Muhajir dan Abu an-Nadhr al-Abbar. Imam Ibnu Thahir rahimahullah berkata, “Manshûr (bin al-Muhajir) dan Abu an-Nadhr (keduanya) tidak dikenal, dan hadits ini adalah mungkar (sangat lemah).”

 Pernyataan Imam Ibnu Thahir di atas dinukil dan dibenarkan oleh Imam al-Munawi dan Syaikh al-Albani.[1] Hadits ini juga diriwayatkan dari Shahabat yang lain yaitu ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhu dengan lafazh yang serupa, disertai tambahan di akhirnya, “ … Barangsiapa diinginkan oleh para ibu (untuk masuk surga) maka dia masuk surga dan barangsiapa yang diinginkan oleh para ibu (untuk dikeluarkan/tidak masuk surga) maka dia tidak masuk surga.” Dikeluarkan oleh Imam Ibnu ‘Adi dalam al-Kâmil fi Dhu’afâ-ir Rijâl (6/347), al-‘Uqaili dalam adh-Dhu’afâ’[2]. Hadits ini adalah hadits palsu, dalam sanadnya ada rawi yang bernama Musa bin Muhammad bin ‘Atha’ al-Maqdisi. Dia ini dinyatakan sebagai pendusta oleh Imam Abu Zur’ah dan Abu Hatim ar-Razi. Imam Ibnu Hibban dan Ibnu ‘Adi menyatakan bahwa dia adalah pemalsu hadits.[3] Imam Ibnu ‘Adi berkata, “Hadits ini adalah mungkar (sangat lemah).”[4] Demikian pula Imam al-‘Uqaili menghukuminya sebagai hadits mungkar (sangat lemah), dan ini dibenarkan oleh Imam adz-Dzahabi dan Ibnu Hajar al-‘Asqalani.[5] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Aku tidak mengetahui lafazh hadits ini dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sanad yang shahih.[6] Pernyataan beliau ini dinukil dan dibenarkan oleh Imam Mar’i bin Yusuf al-Karami dalam al-Fawâ-idul Maudhû’ah” (hlm. 120). Hadits ini dinyatakan sebagai hadits yang palsu oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani.[7] Akan tetapi ada hadits lain yang shahih atau hasan dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan makna yang tersebut dalam hadits di atas. 

Dikeluarkan oleh Imam an-Nasâ-i (6/11), al-Hâkim (2/114 dan 4/167) dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabîr (2/289), dengan sanad mereka dari Mu’awiyah bin Jahimah as-Sulami bahwa ayahnya Jahimah as-Sulami Radhiyallahu anhu  datang kepada Nabi Muhammad n dan berkata:

 يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ 
لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

 Wahai Rasûlullâh! Aku ingin ikut dalam peperangan (berjihad di jalan Allâh Azza wa Jalla ) dan aku datang untuk meminta pendapatmu.” Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mempunyai ibu?” Dia menjawab, “Ya.” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tetaplah bersamanya! Karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya.” Hadits ini dinyatakan shahih oleh Imam al-Hakim, disepakati oleh Imam adz-Dzahabi dan al-Mundziri.[8] Juga dikuatkan oleh Imam al-Haitsami[9] dan dihukumi sebagai hadits hasan oleh Syaikh al-Albani.[10] Maka hadits shahih inilah yang harusnya kita jadikan sandaran dalam beramal dan yang kita sebarkan di masyarakat. Adapun hadits yang palsu di atas maka tidak boleh kita jadikan sebagai sandaran. Adapun makna sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits di atas adalah bahwa merendahkan diri di hadapan ibu dan berusaha mencari keridhaannya dalam hal-hal yang tidak melanggar syariat Allâh Azza wa Jalla adalah sebab masuk surga.[11] [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XX/1437H/2016M.

Referensi: https://almanhaj.or.id/8980-hadits-palsu-tentang-surga-di-bawah-telapak-kaki-ibu.html

Minggu, 29 Maret 2020

DAFTAR SEBAGIAN USTAD YG BISA DIAMBIL ILMUNYA

Bismillah...

CARILAH GURU YANG LURUS..MANHAJ DAN AQIDAHNYA

Berikut ini adalah 238 nama ustadz-ustadz salafi yang bisa dijadikan rujukan dalam beragama, silahkan ambil ilmu dari mereka-mereka hafidzhahumullahu ta’ala ini.

1. Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
2. Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat (Pakar Hadits)
3. Ustadz Abdurrahman At-Tamimi
4. Ustadz Mubarak Bamualim
5. Ustadz Firanda Andirja (Pengajar Masjid Nabawi)
6. Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
7. Ustadz Abu Yahya Badrusalam
8. Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron
9. Ustadz Ali Hasan Bawazier
10. Ustadz Abu Abdil Aziz Muhtarom
11. Ustadz Abdullah Taslim
12. Ustadz Aris Munandar
13. Ustadz Ammi Nur Baits
14. Ustadz Erwandi Tarmizi (Pakar Muamalat Kontemporer)
15. Ustadz Syafiq Riza Basalamah
16. Ustadz Muhammad Qasim Muhajir
17. Ustadz Ali Ahmad bin Umar
18. Ustadz dr. Raehanul Bahraen (Dokter)
19. Ustadz Muflih Safitra
20. Ustadz Subhan Bawazier
21. Ustadz Abdullah Roy (Pengajar Masjid Nabawi)
22. Ustadz Agus Hasan Bashori
23. Ustadz Fauzan Abdullah
24. Ustadz Wahyudin Bahtiar
25. Ustadz Fathi bin Yazid Jawas (Anak Ustadz Yazid)
26. Ustadz Dzulqarnain M Sanusi
27. Ustadz Zaid Susanto
28. Ustadz Nur Cholis Agus Santoso
29. Ustadz Ulin Nuha Al-Hafidz (Qari)
30. Ustadz Mizan Qudsiyah
31. Ustadz Imam Wahyudi
32. Ustadz Ahmad Sabiq
33. Ustadz Khalid Basalamah
34. Ustadz Sufyan Baswedan
35. Ustadz Harits Abu Naufal
36. Ustadz Imam Abu Abdillah
37. Ustadz Abul Aswad Al-Bayaty
38. Ustadz Ma'ruf Nur Salam
39. Ustadz Abu Thohur Jones Vendra
40. Ustadz Abu Yusuf Dzulfadhli
41. Ustadz Muhammad Yassir
42. Ustadz Sufyan Bafin Zen
43. Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi
44. Ustadz Achmad Munir Bajuber
45. Ustadz Nurul Mukhlishin Asyrafuddin
46. Ustadz Afifi Abdul Wadud
47. Ustadz Lalu Ahmad Yani
48. Ustadz Abdul Fattah Medan
49. Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
50. Ustadz Abdurrohman Abu Hanun
51. Ustadz Maududi Abdullah
52. Ustadz Muhammd Farid Al-Bathoty
53. Ustadz Arif Masuku
54. Ustadz Heri Purnama
55. Ustadz Abu Humairoh
56. Ustadz Abdurrahman Thoyyib
57. Ustadz Fadlan Fahamsyah
58. Ustadz Heri Iman Santoso
59. Ustadz Azhar Khalid bin Seff
60. Ustadz La Ode Abu Hanifa
61. Ustadz Abu Hasan Arif
62. Ustadz Abu Haidar As-Sundawy
63. Ustadz Firdaus Sanusi
64. Ustadz Zezen Zainal Mursalin
65. Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary
66. Ustadz Saeful Rahmat
67. Ustadz Abu Ahmad Setiyo Dahri
68. Ustadz Abu Abdillah Amir
69. Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin
70. Ustadz Ahmad La Ode
71. Ustadz Abu Faqih Rachmat Kurniawan
72. Ustadz Hafizh Abdul Rohman
73. Ustadz Khairullah Anwar Luthfi
74. Ustadz Salim Ali Ghanim
75. Ustadz Subhan Khadafi
76. Ustadz Mahfudz Umri
77. Ustadz Abu Ayyub Arif Usman Anugraha
78. Ustadz Salim bin Yahya Qibas
79. Ustadz Hary Badar bin Marwan
80. Ustadz Abu Alifa Asral Wadi
81. Ustadz Fachry Permana
82. Ustadz Abu Ja’far Cecep Rahmat
83. Ustadz Bahri Qosim
84. Ustadz Fariq Gazim An-Nuz
85. Ustadz Hamzah Abbas
86. Ustadz Ali Saman Hasan
87. Ustadz Sholeh Umri
88. Ustadz Hasan Al-Jaizy
89. Ustadz Ruslan Nurhadi
90. Ustadz Nuruddin Bukhori
91. Ustadz Abu Izzi Masmuin
92. Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali
93. Ustadz Benny Abu Aslam
94. Ustadz Amri Azhari
95. Ustadz Nuruddin Abu Faynan Al-Makky
96. Ustadz M. Nur Ichwan Muslim
97. Ustadz Umar Baladraf
98. Ustadz Abu Asma Andre
99. Ustadz Ziyat At-Tamimi
100. Ustadz Muhammad Hilman Al-Fiqhy
101. Ustadz Najmi Umar Bakkar
102. Ustadz Fuad Hamzah Baraba
103. Ustadz Askar Wardhana
104. Ustadz Amir As-Soronji
105. Ustadz Cecep Abu Rozan
106. Ustadz Mudrika Ilyas
107. Ustadz Abu Qotadah
108. Ustadz Maryono Abdul Muhsin
109. Ustadz Noor Ikhsan Silviantoro
110. Ustadz Muhammad Permana (Medan)
111. Ustadz Abu Bakar Al-Akhdhory
112. Ustadz Muhammad Arifin Badri
113. Ustadz Abu Usamah Syamsul Hadi
114. Ustadz Nafi' Zainuddin
115. Ustadz Sofyan Chalid Ruray
116. Ustadz Abu Zubair Al-Hawary(pekan baru)
117. Ustadz Ade Hermansyah
118. Ustadz Beni Sarbeni
119. Ustadz Abu Ammar Al-Ghoyami
120. Ustadz Abu Salma Muhammad bin Burhan
121. Ustadz Chandra Aditya
122. Ustadz Faisal Abdurrahman
123. Ustadz Abu Faaris Yudi Kurnia
124. Ustadz Abul Jauzaa’ Dony Arif Wibowo
125. Ustadz Abu Ghozie As-Sundawie
126. Ustadz Agung Wais Al-Qarny
127. Ustadz Khanif Muslim
128. Ustadz Ahmad Anshori
129. Ustadz Fachrudin Nu’man
130. Ustadz Anshory Hadi
131. Ustadz Muhammad Halid Syar'i
132. Ustadz Ridho Abdillah
133. Ustadz Hafidz Abdurrahman
134. Ustadz Abu Nida Nana
135. Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary Al-Maidany
136. Ustadz Ali Musri Semjan Putra
137. Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan
138. Ustadz Abu Haitsam Yadi Supriyadi
139. Ustadz Zamzami Juned(pekanbaru)
140. Ustadz Sulaiman Abu Hani
141. Ustadz Asep Seppudin
142. Ustadz Chusnul Yakin
143. Ustadz Abu Alifa Asral Wadi
144. Ustadz Akhirudin
145. Ustadz Dani Maulani
146. Ustadz Farhan Abu Furaihan
147. Ustadz Abu Muhammad Julham Efendi
148. Ustadz Fauzan Al-Kutawy
149. Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin
150. Ustadz Joko Abu Aliyah
151. Ustadz Ali Nur Medan
152. Ustadz dr. Muhammad Saifudin Hakim (Dokter)
153. Ustadz Muhammad Nur Ihsan
154. Ustadz Hidayatullah, S.Sy
155. Ustadz dr. Adika Mianoki (Dokter)
156. Ustadz Abu Maryam (Medan)
157. Ustadz Abu Umair (Binjai)
158. Ustadz Abu Afaf Musa Mulyadi Lukman
159. Ustadz Khoiri As-Salaki
160. Ustadz Kholid Syamhudi
161. Ustadz Abu Sa'ad Muhammad Nurhuda (rahimahullah)
162. Ustadz Abu Hudzaifah Al-Atsary
163. Ustadz Abu Abdillah Andi Suhandi
164. Ustadz Mahful Safarudin
165. Ustadz Nizar Sa’ad Jabal
166. Ustadz Ahmad Tonarih Al-Atsary
167. Ustadz Efri Nazaruddin
168. Ustadz Ari Wahyudi
169. Ustadz Abu Haitsam Buldan
170. Ustadz Zaenuddin Abu Qushaiy
171. Ustadz Muhammad Wasitho
172. Ustadz Sa'id Abu Ukasyah
173. Ustadz Armen Halim Naro (rahimahullah)
174. Ustadz Abdullah Zaen
175. Ustadz Sa'id Ya'i Ardiansyah
176. Ustadz Salim Ali Ghanim
177. Ustadz Abu Yazid Tengku Muhammad Nurdin
178. Ustadz Faizal Abdurrahman
179. Ustadz Muhammad Syahputra
180. Ustadz Musthofa Yoni
181. Ustadz Abdullah Amir Maretan
182. Ustadz Mustain Syahri
183. Ustadz Yulian Purnama
184. Ustadz Musyaffa Ad-Dariny
185. Ustadz Aspri Rahmat Azai(pekan baru)
186. Ustadz Umar Al-Fanani
187. Ustadz Anas Burhanuddin
188. Ustadz Syadam Husein Al-Katiri
189. Ustadz Yhouga Ariesta Mopratama
190. Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
191. Ustadz Mukhlish Abu Dzar
192. Ustadz Tanthawi Abu Muhammad
193. Ustadz Boris Tanesia
194. Ustadz Abu Umair As-Sundawy
195. Ustadz Abu Khaleed Resa Gunarsa
196. Ustadz Pamuji Hadi Waluyo
197. Ustadz Dadan Hidayatullah
198. Ustadz Abdussalam Busyro
199. Ustadz Abul Hasan Ahmad MZ
200. Ustadz Ghulam Al-Fatih Abdullah
201. Ustadz Abu Muhammad Assyaghof
202. Ustadz Amiruddin Djalil
203. Ustadz Husnel Anwar Matondang
204. Ustadz Adep Baehaki
205. Ustadz M. Hilman Al-Fiqhy
206. Ustadz Muhammad Romelan
207. Ustadz Masykur Abu Mawaddah
208. Ustadz Abu Rosyad Rusiyanto
209. Ustadz Abu Ibrahim Agustiar
210. Ustadz Haidar Andika
211. Ustadz Tauhidin Ali Rusdi Sahal
212. Ustadz Mukhlis Biridho
213. Ustadz Abu Abdillah Deni Zamjami
214. Ustadz Didik Gelar Permana
215. Ustadz Fathan Qoriba
216. Ustadz Tata Abdul Ghoni
217. Ustadz Abu Zakaria Ardes
218. Ustadz Fathul Mufid
219. Ustadz Nur Kholis Kurdian
220. Ustadz Arif Husnul Khuluq
221. Ustadz Misbahuzzullam
222. Ustadz Ruly Abu Husna
223. Ustadz Ayman Abdillah
224. Ustadz Anfalullah
225. Ustadz Akhmad Yuswaji
226. Ustadz Abu Hafizhah Irfan
227. Ustadz Fariq Gasim Anuz
228. Ustadz Abu Yahya Sunardi
229. Ustadz Abu Muslim Burhanuddin
230. Ustadz Haris Budiatna
231. Ustadz Abdul Barr Kaisinda
232. Ustadz Andy Oktavian Latief
233. Ustadz Elvi Syam(sumatra barat)
234. Ustadz Faisal Abdurrahman
235. Ustad Akhmad Hendrix Eskanto
236. Ustad Abdul Fattah
237. Ustad Berik Said Bajri
238. Ustadz Abu Aufa Adam Zaini

Dan masih banyak lagi…. HAFIDZHAHUMULLAHU TA’ALA (Semoga Allah menjaga mereka semua). Silahkan ambil ilmu sebanyak-banyaknya dari para asatidz sunnah kita di atas, karena mereka senantiasa berada di atas manhaj di atas yang benar. 
Mereka saling merekomendasikan satu sama lain dan sama-sama bertujuan satu, yakni mengajarkan bagaimana beragama yang benar sesuai manhaj salafush sholih. 
Mereka tidaklah didanai oleh Amerika ataupun ISIS, mereka bukanlah teroris. 
Mereka murni ingin mengajarkan agama dan kebaikan di tanah air kita tercinta ini. 
Terserahlah menyebut mereka wahabi, salafi, sesat. Akan tetapi silahkan tabayyun terlebih dahulu, silahkan lihat ceramah-ceramah mereka dengan hati yang bersih. 
Anda akan menilainya sendiri.

Bagi Ustadz Sunnah lainnya yg namanya blum tercantum diharapkan bantuannya untuk catat dikomentar.. Jazaakumullahu khairan

Kamis, 26 Maret 2020

SHOLAT JUM'ÀT DAN BERJAMAAH DI SAAT WABAH VIRUS CORONA

KOMITE ULAMA SAUDI ARABIA RILIS FATWA TERKAIT IBADAH SHOLAT JUMÁT BERJAMAÁH DI MASJID SAAT WABAH PANDEMIC VIRUS CORONA COVID-19

(Komite Ulama Senior) Kerajaan Saudi Arabia mengeluarkan keputusannya Nomor (247), pada 22/07/1441 H yang redaksinya sebagai berikut :

الحمد لله رب العالمين. والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد 

Haiah Kibarul Ulama (Komite Ulama Senior) Kerajaan Saudi Arabia dalam sidang rapat luar biasa ke-25 yang digelar di Kota Riyadh pada hari Selasa 22/7/1441 H telah melakukan kaji telaah seputar permasalahan pandemic corona (covid-19, pen.), penyebarannya yang cepat, dan jumlah kematian yang besar.

Demikian pula kaji telaah meliputi berbagai laporan medis yang akurat terkait pandemic ini yang dilengkapi oleh penjelasan Menteri Kesehatan yang hadir dalam sidang rapat ini yang menekankan bahaya penularannya yang sangat cepat di antara manusia dan mengancam jiwa mereka. 

Beliau juga menjelaskan bahwa selama tidak dilakukan tindakan pencegahan yang komprehensif tanpa terkecuali, maka tingkat bahayanya akan berlipat. Seraya menjelaskan bahwa perkumpulan manusia(kerumunan orang) merupakan penyebab utama penularan.

Haiah Kibarul Ulama (Komite Ulama Senior) telah mengkaji dalil-dalil hukum syariat yang menunjukkan kewajiban melindungi diri dari virus covid-19 tersebut. Diantaranya, firman Allah Azza wa Jalla,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَة

“Dan janganlah kalian menjerumuskan diri kalian sendiri kedalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195)

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian.”(An-Nisa’: 29)

Dua ayat ini menunjukkan kewajiban menjauhkan diri dari sebab-sebab yang mengantarkan kepada kematian.

Hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam juga menunjukkan kewajiban melakukan tindakan pencegahan disaat tersebar wabah penyakit. Sebagaimana sabda beliau shallallahu alaihi wasallam,

لَايُورِدُ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ

“Janganlah pemilik onta yang sakit menggiring ontanya bersamaan dengan pemilik onta yang sehat menggiring ontanya.”(Muttafaqun Alaihi)

فِرَّ مِنَ الْمَجْذُومِ فِرَارَكَ مِنَ الْأَسَدِ

“Menyingkirlah engkau dari orang yang berpenyakit kusta sebagaimana engkau menyingkir dari singa.”(HR. Al-Bukhari)

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

“Jika kalian mendengar wabah tha’un menjangkiti suatu wilayah maka janganlah kalian masuk ke wilayah tersebut, dan jika kalian berada di wilayah yang terjangkiti wabah tha’un maka janganlah kalian keluar darinya.” (Muttafaqun Alaihi)

Telah menjadi sebuah ketetapan dalam kaidah-kaidah syari’at yang suci bahwa,

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri maupun yang membahayakan orang lain.”

Diantara kaidah-kaidah yang termasuk cabang dari kaidah di atas adalah,

أَنَّ الضَّرَرَ يُدْفَعُ قَدْرَ الْإِمْكَانِ

“Bahwa sesuatu yang membahayakan dicegah semaksimal mungkin.”

*Berdasarkan apa yang telah lalu, maka sesungguhnya diperbolehkan secara hukum syariat penonaktifan pelaksanaan shalat jumat dan shalat berjamaah lima waktu di masjid-masjid dan mencukupkan dengan kumandang adzan.*

Dikecualikan dari kondisi di atas, dua masjid yang mulia Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pintu-pintu masjid ditutup untuk sementara waktu dan syiar adzan tetap dikumandangkan di masjid-masjid tersebut, seraya diucapkan padanya lafazh,

*صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ*

*“Shalatlah di rumah-rumah kalian.”*

Berdasarkan hadits Ibnu Abbas bahwa beliau mengatakan kepada muadzinnya seperti itu dan beliau menyandarkannya kepada Rasulullah Shallahu alaihi wasallam. Haditsnya diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim

Shalat jumat, diganti dengan shalat zhuhur empat raka’at di rumah

Diantara karunia Allah Ta’ala bahwa seseorang yang terhalang udzur dari shalat jumat dan shalat berjamaah di masjid, maka pahalanya tetap sempurna (seperti ketika menunaikannya di masjid, pen.).

Berdasarkan keumuman sabda Nabi shallahu alaihi wasallam,

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيماً صَحِيحًا

“Jika seorang hamba sakit atau bepergian jauh (safar), maka dicatat baginya (pahala) ketuka yang biasa dia kerjakan ketika dalam keadaan muqim dan sehat.” (HR. Al-Bukhari)

Dengan ini, Haiah Kibarul Ulama (Komite Ulama Senior) mewasiatkan kepada semua pihak agar senantiasa mengikuti dan menjalankan secara sempurna segala arahan yang dikeluarkan oleh institusi yang berwenang, terkait langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan (virus covid-19) ini, serta saling tolong-menolong (bersinergi) dengan mereka. 

Hal ini sebagai bentuk realisasi dari firman Allah Ta’ala,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan saling tolong-menolonglah kalian di atas kebajikan dan ketaqwaan, dan jangan saling tolong-menolong di atas dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2)

Mengikuti dan menjalankan secara sempurna langkah-langkah yang diarahkan (oleh institusi yang berwenang, pen.) tersebut, termasuk dari amalan tolong-menolong di atas kebajikan dan ketaqwaan. 

Sebagaimana pula ia termasuk dari ikhtiyar yang kita diperintah untuk menempuhnya setelah bertawakkal kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Tak lupa kami mewasiatkan kepada semua pihak agar senantiasa bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla,  mengerahkan kesungguhan dalam berdoa, dan memperbanyak istighfar. Allah Ta’ala berfirman,

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ

“Dan (dia berkata), ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb kalian lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Di amenurunkan hujan yang sangat deras terhadap kalian, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan kalian.”(Hud: 52)

Kekuatan dalam ayat ini mencakup; keluasan rezeki, terwujudnya keamanan, dan keselamatan secara menyeluruh.

Kami memohon kepada Allah Ta’ala agar mengangkat wabah ini dari hamba-hambaNya, membalas pelayan dua tanah suci (Raja Salman bin Abdul Aziz) dan putra mahkotanya yang dapat dipercaya, serta pemerintah kami yang terbimbing dengan segala kebaikan atas perjuangan mereka yang besar dan berbagai langkah strategis yang mereka kontribusikan dalam skala internasional -bifadhlillah- untuk membatasi laju wabah virus covid-19 yang telah melanda ini.

Sebagaimana pula kami memohon kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar senantiasa menjaga kita semua dengan penjagaan-Nya yang sempurna.

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.” (Yusuf: 94)

 

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

 

Sumber : https://www.spa.gov.sa/2048662

https://www.inifaktabukanfitnah.com/komite-ulama-saudi-arabia-rilis-fatwa-terkait-ibadah-sholat-jumat-berjamaah-di-masjid-saat-wabah-pandemic-virus-corona-covid-19/

Sabtu, 15 Februari 2020

KHUTBAH JUMAT HADITS NO 403 SHAHIH MUSLIM

[9/2 06:38] +62 812-3006-8283: *🟢🟢 SHAHIH MUSLIM*


*|| Kitab Jum'at, Hadits No. 403*

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
*=  "Hari yang terbaik dimana setiap kali matahari terbit adalah hari Jumat.*
*=  Pada hari Jum'at Adam diciptakan dan pada hari itu juga dimasukkan ke surga, serta tidak terjadi kiamat kecuali hari Jum'at."*
{Muslim 3/6}


Repost : ➖➖➖➖➖➖➖
Group WA 📚 GUDANG ILMU 📚

*Join Group Khusus Ikhwan (Putra)  I - 3*

https://chat.whatsapp.com/JnUIl79CxVIBJNqZ7iie0f

*Join Group Khusus Akhwat (Putri)  A - 5*

https://chat.whatsapp.com/FMS4wgxx4AU7vlQ1Y35O56
[9/2 06:38] +62 812-3006-8283: *🟢🟢 SHAHIH MUSLIM*


*|| Kitab Jum'at, Hadits No. 404*

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا يُزَهِّدُهَا

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 
*=  "Di dalam hari Jum'at ada suatu saat yang apa bila tepat pada saat itu seorang muslim berdiri melakukan shalat lalu memohon kebaikan kepada Allah, pasti akan diberikan padanya."*

*Beliau memberi isyarat dengan jari tangannya bahwa saat tersebut sangat singkat.*
{Muslim 3/5}


Repost : ➖➖➖➖➖➖➖
Group WA 📚 GUDANG ILMU 📚

*Join Group Khusus Ikhwan (Putra)  I - 3*

https://chat.whatsapp.com/JnUIl79CxVIBJNqZ7iie0f

*Join Group Khusus Akhwat (Putri)  A - 5*

https://chat.whatsapp.com/FMS4wgxx4AU7vlQ1Y35O56
[9/2 06:39] +62 812-3006-8283: *🟢🟢 SHAHIH MUSLIM*


*|| Kitab Jum'at, Hadits No. 406*

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ (الم تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ) وَ(هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنْ الدَّهْرِ لَمْ يَكنْ شَيْئاً مَذْكُورا)ً وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْجُمُعَةِ سُورَةَ الْجُمُعَةِ وَالْمُنَافِقِينَ

Dari Ibnu Abbas, *bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pada shalat Subuh di hari Jum'at pernah membaca, "Alif laam miim, tanziil" (yaitu surah As-Sajdah) dan "Hal ataa 'alal insaani hiinum minadahri" (surat Al-Insan).*
*Bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah membaca surah Al Jumu'ah dan surah Al Munaafiquun pada shalat Jum'at.*
{Muslim 2/16}


Repost : ➖➖➖➖➖➖➖
Group WA 📚 GUDANG ILMU 📚

*Join Group Khusus Ikhwan (Putra)  I - 3*

https://chat.whatsapp.com/JnUIl79CxVIBJNqZ7iie0f

*Join Group Khusus Akhwat (Putri)  A - 5*

https://chat.whatsapp.com/FMS4wgxx4AU7vlQ1Y35O56
[9/2 06:39] +62 812-3006-8283: *🟢🟢 SHAHIH MUSLIM*


*|| Kitab Jum'at, Hadits No. 407*

أَبُي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَخْطُبُ النَّاسَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِذْ دَخَلَ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ فَعَرَّضَ بِهِ عُمَرُ فَقَالَ مَا بَالُ رِجَالٍ يَتَأَخَّرُونَ بَعْدَ النِّدَاءِ فَقَالَ عُثْمَانُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ مَا زِدْتُ حِينَ سَمِعْتُ النِّدَاءَ أَنْ تَوَضَّأْتُ ثُمَّ أَقْبَلْتُ فَقَالَ عُمَرُ وَالْوُضُوءَ أَيْضًا أَلَمْ تَسْمَعُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ

Dari Abu Hurairah, dia berkata, 
*=  "Ketika Umar bin Khaththab berkhutbah pada hari Jumat, tiba-tiba Utsman bin Affan masuk ke masjid, lalu dia disindir oleh Umar, 'Mengapa ada orang-orang yang terlambat datang setelah mendengar adzan?'*

 Utsman menjawab,
*=  'Wahai Amirul Mukminin! Tidak ada yang dapat saya lakukan setelah mendengar adzan kecuali berwudhu lalu berangkat ke masjid.'* 
Umar menjawab, 
*=  'Wudhu memang harus, tetapi tidakkah engkau dengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,*
*✔ "Apabila salah seorang dari kamu mendatangi shalat Jum'at maka selayaknya dia mandi"*
{Muslim 3/3}

Repost : ➖➖➖➖➖➖➖
Group WA 📚 GUDANG ILMU 📚

*Join Group Khusus Ikhwan (Putra)  I - 3*

https://chat.whatsapp.com/JnUIl79CxVIBJNqZ7iie0f

*Join Group Khusus Akhwat (Putri)  A - 5*

https://chat.whatsapp.com/FMS4wgxx4AU7vlQ1Y35O56