Rabu, 01 April 2020

JANGAN FANATIK WALAUPUN BERGELAR USTAD

Bismillah...
TOLONG DIBACA PELAN2 YA...
JANGAN TERLALU FANATIK KPD MANUSIA HANYA KARENA BERGELAR USTADZ..KARENA USTADZ HANYA MANUSIA..SEMOGA ALLAH LEMBUTKAN HATI KITA UNTUK MENERIMA KEBENARAN INI..AAMIIN

TIDAK ADA KATA TABAYYUN UNTUK MEMBELA KESESATAN

 GARA2 FATWANYA...BID'AH TUMBUH SUBUR DITANAH AIR..MELANGGAR ATURAN SYARIAT DEMI AJARAN NENEK MOYANG...BAHKAN TIDAK SEGAN2 BERDALIL DGN HADIST2 PALSU UNTUK MELEGALKAN KEBIDAHANYA

GARA2 FATWA MEREKA....UMMAT ISLAM MENGHALALKAN MUSIK..YANG MENGATAKAN MUSIK HALAL KALAU SYAIRNYA MENGAJAK KEBAIKAN...JADILAH UMAT INI PECINTA MUSIK SEJATI...SHOLAWAT DIDANGDUTIN..DIREMIX IN..DIKOPLOIN..
PADAHAL ALLAH DAN RASULNYA MENGHARAMKAN MUSIK

GARA2 FATWA MEREKA..RIBA TUMBUH SUBUR DIMASYARAKAT...KAUM MUSLIMIN BERLOMBA2 MEMPERKAYA DIRI DENGAN HARTA RIBA..KARENA FATWANYA YG MEMBOLEHKAN RIBA JIKA DARURAT...PADAHAL ALLAH DAN RASULNYA MENGHARAMKAN RIBA...

GARA2 FATWA MEREKA..UMAT ISLAM ENGGAN MENJALANKAN SUNNAH BAHKAN MEMBENCI SUNNAH NABI...DENGAN MENGATAKAN..JENGGOT MMBUAT PENAMPILAN JELEK..KAYAK TUSUK SATE..BOLEH ISBAL ASAL GA SOMBONG..PADAHAL ITU PERINTAH ALLAH DAN RASULNYA....

GARA2 MEREKA TAREQAT2 SESAT TUMBUH SUBUR.KARNA ABDUL SHOMAD ADALAH PENGIKUT TAREQAT SUFI NAQSABANDIAH YG TELAH DIFATWAKAN SESAT OLEH PARA ULAMA...DENGAN MENGATAKAN BAHWA ITU HANYA METODE DALAM BERAGAMA...

BARU2 INI KEDUA USTADZ MEMBUAT SYUBHAT 
MENGAJAK  ORANG2 NONTON BIOSKOP..PADAHAL SDH JELAS BIOSKOP ADALAH SALAH SATU SARANG MAKSIAT

**BERHATI2LAH DALAM MEMILIH GURU**
KARNA AKAN ADA DIAKHIR ZAMAN DAI2 YANG MENYERU KPD NERAKA JAHANNAM...NAUDZUBILLAHI MINANNAR

Sesungguhnya ilmu adalah agama,maka hendaklah kalian melihat darimana kalian mengambilnya..
(MUHAMMAD BIN SIRIN)

Sesungguhnya ilmu adalah darah dagingmu dan engkau akan ditanya  di mintai pertanggung jawaban pada hari kiamat,maka lihatlah darimana engkau mengambil ilmu tersebut..
(IMAM MALIK BIN ANAS)

Bapak Ustadz abdul shomad adalah saudara saya,tapi beliau bukan guru saya,Bapak Ustadz.ADI HIDAYAT juga saudara saya,tapi beliau bukan guru saya,Jadi saya tidak mengambil ilmu dari beliau,karena Aqidah dan manhaj yg berbeda,karna tidak ada kompromi dalam masalah Aqidah dan manhaj...

LIHATLAH , BETAPA HEBATNYA MEREKA 

JUJUR , dulu saya adalah salah satu orang menyukai ceramah2 Beliau .

Sebut saja Ust.Abdul somad Lc.MA, namanya yg mulai terkenal melalui ceramah2nya yang disebar di youtube dan sering jadi bahan perbincangan orang. Ceramahnya yg santai ,  dibungkus dengan senda gurau dan canda tawa, dengan pembawaan bahasa melayu yang sangat khas itu , disertai pula dengan Dalil2 dan hapalan yang kuat, membuat setiap orang tertarik untuk mendengarkan ceramah2nya.Ya, saya suka dengan Ustad ini,akan  tetapi itu dulu.

 Dan  siapa sangka , beliau kerap kali membuat orang2 resah dengan isi ceramahnya yang berusaha menyudutkan dakwah SALAF .
Dengan berbagai macam syubhat dan fitnah yang disebarkannya , baik itu dalam ceramah ataupun didalam karya2 nya. Saya akan sebutkan beberapa  fitnah dan syubhat2 beliau,  diantaranyaa :

-Ustad AS mengatakan kelompo2k yang selalu  menyalahkan ,bid'ah , haram ,dan  adalah  kelompok agen Intelijen Amerika dan Israel (Yahudi), gak percaya , lihat saja videonya diyoutube.Beliau menuduh tanpa ada bukti  yang jelas dan valid, namun berani sekali mengatakannya.Beliau juga melarang mengikuti kelompok2 yang menyalahkan orang lain . Padahal kita tahu, yang pertama kali mengucapkan perkatan bid'ah dan haram itu adalah Nabi Muhammad sendiri, bukan karang2 an Ustad bermanhaj Salaf. 

-Jenggot, beliau berkata memelihara  jenggot adalah SUNNAH berdasarkan Madzhab Syafi'i.Jika dengan adanya jenggot membuat penampilan tidak bagus, maka jenggot dicukur.  Inilah pendapat beliau ketika ditanya kenapa tidak berjenggot,"Saya kalau berjenggot, macam tusuk sate ,takut bapak bertemu sama saya."
Apakah sebegitu mudharatnya karna memelihara jenggot, jikapun panjang seperti tusuk sate , mengapa Ustad mencukur  habis?

-Isbal,berdasarkan penjelasan AS , Isbal tak mengapa jika tidak sombong.  Padahal kita tahu bahwa Isbal ini bukanlah masalah sepele . Kata DR. Zakir Naik,  tak kurang dari 5000 hadist yang menjelaskan nya.  Bahkan bisa menyebabkan seseorang  masuk Neraka .

- Tahlilan Kematian, beliau mengatakan bahwa tahlilan kematian 3 hari kematian, tujuh hari kematian adalah tradisi Salafush shalih .Kedustaan macam apa lagi yang beliau katakan ini .Padahal kita tahu, Nabi ,para sahabat ,tabi'in dan tabi'ut tabi'in tidak pernah melakukannya. 

-Ketika ditanya dimanakah Allah , beliau berkata Allah tak bertempat . Bukan kah perkataan ini sangat jelas sekali bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah

-Buku 37 MASALAH POPULER, tahukah anda, ternyata buku ini isinya syubhat semua ,berusaha utk melegalkan berbagai macam bid'ah hasanah dan penyimpangannya....

beliau mengatakan di Madinah ada perayaan Maulid, Padahal kita sama2 tahu bahwa Dimadinah tdk pernah  ada perayaan Maulid .Kalau tidak  percaya , tanyakan saja dengan kerabat atau keluarga anda yang berada disana saat ini.Ini adalah hoax .
Aduhai , Dusta Macam apa lagi yang hendak beliau gembar gemborkan di tengah umat  Ini.

Begitupun dengan Ustad Adi HidayatLc.MA, ceramahnya yg  tegas ,penuh sopan  santun dan berbobot,ditambah dgn hafalan yg cukup kuat, Ayat-ayat Al Quran dan kitab hadits seolah sudah tersimpan rapi dalam memori otaknya. Bukan hanya hafal , Ustadz Adi bahkan hafal nomor-nomor hadits ,halaman serta letak posisi sebuah hadits di dalam kitab, sehingga membuat setiap pendengar merasa tercengang dan terpukau  kepintaran beliau . Hingga membuat saya sendiri suka dengan beliau, Namun lagi - lagi itu dulu. 

Banyak sekali penyimpangan beliau yang harus kita ketahui, diantaranya:
- Masalah taqdir, beliau lebih condong kepada Aqidah Qodariyah .

-Masalah musik , beliau spendepat dengan Ustad abdul somad. Beliau membagi hukum musik menjadi boleh seperti musik Islami dan  musik yg dilarang .Padahal musik didalam Islam telah jelas dilarang dan hukumnya haram

-Begitu juga dengan hafalannya yang sangat jenius itu, ternyata ketika dicek masih banyak kesalahannya.

- Dan baru2 ini beliau berkata" " Dikala anda menolak maulid dengan pengertian bid'ah maka anda keluar dari islam " . SubhanAllah , begitu mudahnya beliau mengeluarkan seseorang  dari Islam (berarti murtad = Kafir)  hnya karna menolak perkara bid'ah yang tidak pernah Nabi contohkan.  Bukankah ketika kita menghukumi kekafiran seseorang harus melalui bebrapa hujjah . 

Dan ada banyak lagi penyimpangan2nya yang terlalu panjang  jika dijelaskan satu per satu.Beliau sendiri telah bebrapa kali dikritik oleh Ustad Firanda Andirja MA.

Lihatlah betapa hebatnya mereka , bagaimana tidak , mereka saja yang sudah jelas2 salah, begitu hebatnya dan semangatnya menyampaikannya. Seharusnya kita yang telah paham dan  Hijrah  ke Manhah SALAF harus lebih hebat dan semangat lagi dalam mennyampaikan kebenaran ini , yaitu menyampaikan ilmu sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman para salafush sholih.

Dari  tulisan ini, jelas sudah siapa sebenarnya yang ingin memecah belah Umat.Kadangkala mereka berkata dengan semaunya saja tanpa bertabayun terlebih dahulu. Seperti UAS yg berkata di Madinah akan diadakan perayaan Maulid, padahal beliau sendiri lulusan di Maroko, bukan di Madinah . Bagaimana mungkin beliau tahu diMadinah diadakan Maulid sedang beliau kuliah di Maroko? Ada yg bisa menjelaskan.

Teman2 sekalian , tulisan ini ditulis bukan lah untuk memecah belah, atau sebagai ajang hujat menghujat, ataupun merasa paling benar sendiri dan sok pintar urusan agama dari pada mereka. Namun ,tulisan ini dibuat  hanya untuk mengingatkan  dan  menyampaikan berbagai syubhat yang telah tersebar dihadapan  Umat Islam. Jika tidak disampaikan , maka sama saja dengan menyembunyikan ilmu. Bagaimana mungkin umat akan paham bila didiamkan begitu saja. 

Tentulah akan lebih baik jika kita mau pikir kembali kawan.semoga penggemar dua Ustad ini mau mengakuinya dan berlapang dada menerima kenyataan bahwa memang banyak syubhat yang disampaikannya . Kita tak boleh bertaqlid begitu saja hanya karna telah terlanjur menyukainya  sehingga ucapannya yang salah pun diterima begitu saja.Wallahi, jika Ustad yang saya senangi saat ini ada ucapannya yang salah , maka saya siapa untuk mengakuinya dan merimanya dengan lapang dada, agar tidak mengikuti ucapannya.Karna Kita hanya diperbolehkan bertaqlid kepada satu orang saja , yaitu Rasulullah Muhammad Sallallahu'alaihi Wasallam. Jika ada yang berkata:
"Ambil yang baik saja dan tinggalkan yang buruknya". Bagaimana mungkin orang akan tau mana yang baiknya dan mana yang buruknya jika tidak dijelaskan. Ingat tolak ukur baik buruk itu adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah. 

Mudah2an Ustad Abdul somadLc.  Dan  Ustad Adi Hidayat Lc.MA  yang terhormat, mau rujuk kembali ke Manhaj SALAF. 
Aamiin. Terakhir marilah kita doakan kedua ustadz ini dan para pengikutnya agar kembali kejalan yg benar yaitu jalanya para Nabi dan salafussalih...Aamiin

STOP KATA TABAYYUN UNTUK MEMBELA KESESATAN#

" antum sudah tabayyun atau belum...???  "

(Tabayyun)

Pengertian tabayyun dibedakan menjadi dua, yaitu pengertian secara bahasa dan istilah. 
*Secara bahasa Tabayyun* adalah mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas dan benar keadaan sesungguhnya.

*Secara istilah Tabayyun* adalah meneliti dan menyeleksi suatu berita, tidak secara tergesa-gesa dalam memutuskan suatu permasalahan hingga sampai jelas benar permasalahnnya, sehingga tidak ada pihak yang merasa terdzolimi atau terbohongi.

Allah  Ta 'ala berfirman:
*“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian orang fasiq dengan membawa berita, maka periksalah dahulu dengan teliti, agar kalian tidak menuduh suatu kaum dengan kebodohan, lalu kalian menyesal akibat perbuatan yang telah kalian lakukan.”* (QS. Al Hujurat : 6).

⏰Imam Asy Syaukani rohimahulloh berkata:

“Yang dimaksud dengan tabayyun adalah memeriksa dengan teliti dan yang dimaksud dengan tatsabbut adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, melihat dengan keilmuan yang dlm terhadap sebuah peristiwa dan kabar yang datang, sampai menjadi jelas dan terang baginya.
(Fathul Qadir, 5:65).
_________________

Tabayyun adalah perkara yg dibutuhkan ketika permasalahan tersebut masih SAMAR..atau pembawa berita orang fasiq..!?

↪Contoh :

Siang hari kita melihat MATAHARI.. !?
Ketika telah jelas BAHWA ITU MATAHARI..!? maka tidak perlu kita tabayyun lagi naik  pesawat kelangit utk memastikannya..!

↪Nah..
padahal video penyimpangan sang utad syubhat sdh kemana mana..dan tersebar syubhat PENYIMPANGAN AKIDAH DAN MANHAJ..

Apalagi mau ditabayyun..!?

💥fungsi dari tabayyun... 
Bukan sperti ucapan orang" jahil disuruh tabayyun...!!!

👉Nanti ada yg minta dikuburan tabayyun dulu.

👉Nanti ada yg nyembah kubur tabayyun dulu..

👉Nanti ada yg zina disuruh tabayyun dulu.!?

👉Nanti ada yg mabuk disuruh tabayyun dulu.!?

👉Nanti ada yg merampok disuruh tabayyun dulu..!?

🔥Mau jadi apa agama ini...klw sdh jelas didepan  mata disuruh tabayyun dulu.
akal harap dipakai dlm memakai kaidah TABAYYUN..!?

❎Jangan berlindung dibalik kata tabayyun buat membela Kesesatan....

Senin, 30 Maret 2020

HADITS "SURGA DIBAWAH TLAPAK KAKI IBU" PALSU

HADITS PALSU TENTANG SURGA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU 

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Butoni MA

 رُوِيَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ :  الجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ اْلأُمَّهَاتِ

 “Diriwayatkan dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Surga ada di bawah telapak kaki para ibu.” Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Abu asy-Syaikh al-Ashbahani rahimahullah dalam Thabaqâtul Muhadditsîna bi-Ashbahân (3/568), al-Qudha-‘i dalam Musnad asy-Syihâb (1/102) dan ad-Daulabi dalam al-Kuna wal Asmâ’ (no. 1440) dengan sanad mereka semua dari Manshûr bin al-Muhajir, dari Abu an-Nadhr al-Abbar, dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu , dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

 Hadits ini adalah hadits yang sangat lemah, dalam sanadnya ada dua rawi yang tidak dikenal, yaitu Manshûr bin al-Muhajir dan Abu an-Nadhr al-Abbar. Imam Ibnu Thahir rahimahullah berkata, “Manshûr (bin al-Muhajir) dan Abu an-Nadhr (keduanya) tidak dikenal, dan hadits ini adalah mungkar (sangat lemah).”

 Pernyataan Imam Ibnu Thahir di atas dinukil dan dibenarkan oleh Imam al-Munawi dan Syaikh al-Albani.[1] Hadits ini juga diriwayatkan dari Shahabat yang lain yaitu ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhu dengan lafazh yang serupa, disertai tambahan di akhirnya, “ … Barangsiapa diinginkan oleh para ibu (untuk masuk surga) maka dia masuk surga dan barangsiapa yang diinginkan oleh para ibu (untuk dikeluarkan/tidak masuk surga) maka dia tidak masuk surga.” Dikeluarkan oleh Imam Ibnu ‘Adi dalam al-Kâmil fi Dhu’afâ-ir Rijâl (6/347), al-‘Uqaili dalam adh-Dhu’afâ’[2]. Hadits ini adalah hadits palsu, dalam sanadnya ada rawi yang bernama Musa bin Muhammad bin ‘Atha’ al-Maqdisi. Dia ini dinyatakan sebagai pendusta oleh Imam Abu Zur’ah dan Abu Hatim ar-Razi. Imam Ibnu Hibban dan Ibnu ‘Adi menyatakan bahwa dia adalah pemalsu hadits.[3] Imam Ibnu ‘Adi berkata, “Hadits ini adalah mungkar (sangat lemah).”[4] Demikian pula Imam al-‘Uqaili menghukuminya sebagai hadits mungkar (sangat lemah), dan ini dibenarkan oleh Imam adz-Dzahabi dan Ibnu Hajar al-‘Asqalani.[5] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Aku tidak mengetahui lafazh hadits ini dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sanad yang shahih.[6] Pernyataan beliau ini dinukil dan dibenarkan oleh Imam Mar’i bin Yusuf al-Karami dalam al-Fawâ-idul Maudhû’ah” (hlm. 120). Hadits ini dinyatakan sebagai hadits yang palsu oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani.[7] Akan tetapi ada hadits lain yang shahih atau hasan dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan makna yang tersebut dalam hadits di atas. 

Dikeluarkan oleh Imam an-Nasâ-i (6/11), al-Hâkim (2/114 dan 4/167) dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabîr (2/289), dengan sanad mereka dari Mu’awiyah bin Jahimah as-Sulami bahwa ayahnya Jahimah as-Sulami Radhiyallahu anhu  datang kepada Nabi Muhammad n dan berkata:

 يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ 
لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

 Wahai Rasûlullâh! Aku ingin ikut dalam peperangan (berjihad di jalan Allâh Azza wa Jalla ) dan aku datang untuk meminta pendapatmu.” Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mempunyai ibu?” Dia menjawab, “Ya.” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tetaplah bersamanya! Karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya.” Hadits ini dinyatakan shahih oleh Imam al-Hakim, disepakati oleh Imam adz-Dzahabi dan al-Mundziri.[8] Juga dikuatkan oleh Imam al-Haitsami[9] dan dihukumi sebagai hadits hasan oleh Syaikh al-Albani.[10] Maka hadits shahih inilah yang harusnya kita jadikan sandaran dalam beramal dan yang kita sebarkan di masyarakat. Adapun hadits yang palsu di atas maka tidak boleh kita jadikan sebagai sandaran. Adapun makna sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits di atas adalah bahwa merendahkan diri di hadapan ibu dan berusaha mencari keridhaannya dalam hal-hal yang tidak melanggar syariat Allâh Azza wa Jalla adalah sebab masuk surga.[11] [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XX/1437H/2016M.

Referensi: https://almanhaj.or.id/8980-hadits-palsu-tentang-surga-di-bawah-telapak-kaki-ibu.html

Minggu, 29 Maret 2020

DAFTAR SEBAGIAN USTAD YG BISA DIAMBIL ILMUNYA

Bismillah...

CARILAH GURU YANG LURUS..MANHAJ DAN AQIDAHNYA

Berikut ini adalah 238 nama ustadz-ustadz salafi yang bisa dijadikan rujukan dalam beragama, silahkan ambil ilmu dari mereka-mereka hafidzhahumullahu ta’ala ini.

1. Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
2. Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat (Pakar Hadits)
3. Ustadz Abdurrahman At-Tamimi
4. Ustadz Mubarak Bamualim
5. Ustadz Firanda Andirja (Pengajar Masjid Nabawi)
6. Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
7. Ustadz Abu Yahya Badrusalam
8. Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron
9. Ustadz Ali Hasan Bawazier
10. Ustadz Abu Abdil Aziz Muhtarom
11. Ustadz Abdullah Taslim
12. Ustadz Aris Munandar
13. Ustadz Ammi Nur Baits
14. Ustadz Erwandi Tarmizi (Pakar Muamalat Kontemporer)
15. Ustadz Syafiq Riza Basalamah
16. Ustadz Muhammad Qasim Muhajir
17. Ustadz Ali Ahmad bin Umar
18. Ustadz dr. Raehanul Bahraen (Dokter)
19. Ustadz Muflih Safitra
20. Ustadz Subhan Bawazier
21. Ustadz Abdullah Roy (Pengajar Masjid Nabawi)
22. Ustadz Agus Hasan Bashori
23. Ustadz Fauzan Abdullah
24. Ustadz Wahyudin Bahtiar
25. Ustadz Fathi bin Yazid Jawas (Anak Ustadz Yazid)
26. Ustadz Dzulqarnain M Sanusi
27. Ustadz Zaid Susanto
28. Ustadz Nur Cholis Agus Santoso
29. Ustadz Ulin Nuha Al-Hafidz (Qari)
30. Ustadz Mizan Qudsiyah
31. Ustadz Imam Wahyudi
32. Ustadz Ahmad Sabiq
33. Ustadz Khalid Basalamah
34. Ustadz Sufyan Baswedan
35. Ustadz Harits Abu Naufal
36. Ustadz Imam Abu Abdillah
37. Ustadz Abul Aswad Al-Bayaty
38. Ustadz Ma'ruf Nur Salam
39. Ustadz Abu Thohur Jones Vendra
40. Ustadz Abu Yusuf Dzulfadhli
41. Ustadz Muhammad Yassir
42. Ustadz Sufyan Bafin Zen
43. Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi
44. Ustadz Achmad Munir Bajuber
45. Ustadz Nurul Mukhlishin Asyrafuddin
46. Ustadz Afifi Abdul Wadud
47. Ustadz Lalu Ahmad Yani
48. Ustadz Abdul Fattah Medan
49. Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
50. Ustadz Abdurrohman Abu Hanun
51. Ustadz Maududi Abdullah
52. Ustadz Muhammd Farid Al-Bathoty
53. Ustadz Arif Masuku
54. Ustadz Heri Purnama
55. Ustadz Abu Humairoh
56. Ustadz Abdurrahman Thoyyib
57. Ustadz Fadlan Fahamsyah
58. Ustadz Heri Iman Santoso
59. Ustadz Azhar Khalid bin Seff
60. Ustadz La Ode Abu Hanifa
61. Ustadz Abu Hasan Arif
62. Ustadz Abu Haidar As-Sundawy
63. Ustadz Firdaus Sanusi
64. Ustadz Zezen Zainal Mursalin
65. Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary
66. Ustadz Saeful Rahmat
67. Ustadz Abu Ahmad Setiyo Dahri
68. Ustadz Abu Abdillah Amir
69. Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin
70. Ustadz Ahmad La Ode
71. Ustadz Abu Faqih Rachmat Kurniawan
72. Ustadz Hafizh Abdul Rohman
73. Ustadz Khairullah Anwar Luthfi
74. Ustadz Salim Ali Ghanim
75. Ustadz Subhan Khadafi
76. Ustadz Mahfudz Umri
77. Ustadz Abu Ayyub Arif Usman Anugraha
78. Ustadz Salim bin Yahya Qibas
79. Ustadz Hary Badar bin Marwan
80. Ustadz Abu Alifa Asral Wadi
81. Ustadz Fachry Permana
82. Ustadz Abu Ja’far Cecep Rahmat
83. Ustadz Bahri Qosim
84. Ustadz Fariq Gazim An-Nuz
85. Ustadz Hamzah Abbas
86. Ustadz Ali Saman Hasan
87. Ustadz Sholeh Umri
88. Ustadz Hasan Al-Jaizy
89. Ustadz Ruslan Nurhadi
90. Ustadz Nuruddin Bukhori
91. Ustadz Abu Izzi Masmuin
92. Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali
93. Ustadz Benny Abu Aslam
94. Ustadz Amri Azhari
95. Ustadz Nuruddin Abu Faynan Al-Makky
96. Ustadz M. Nur Ichwan Muslim
97. Ustadz Umar Baladraf
98. Ustadz Abu Asma Andre
99. Ustadz Ziyat At-Tamimi
100. Ustadz Muhammad Hilman Al-Fiqhy
101. Ustadz Najmi Umar Bakkar
102. Ustadz Fuad Hamzah Baraba
103. Ustadz Askar Wardhana
104. Ustadz Amir As-Soronji
105. Ustadz Cecep Abu Rozan
106. Ustadz Mudrika Ilyas
107. Ustadz Abu Qotadah
108. Ustadz Maryono Abdul Muhsin
109. Ustadz Noor Ikhsan Silviantoro
110. Ustadz Muhammad Permana (Medan)
111. Ustadz Abu Bakar Al-Akhdhory
112. Ustadz Muhammad Arifin Badri
113. Ustadz Abu Usamah Syamsul Hadi
114. Ustadz Nafi' Zainuddin
115. Ustadz Sofyan Chalid Ruray
116. Ustadz Abu Zubair Al-Hawary(pekan baru)
117. Ustadz Ade Hermansyah
118. Ustadz Beni Sarbeni
119. Ustadz Abu Ammar Al-Ghoyami
120. Ustadz Abu Salma Muhammad bin Burhan
121. Ustadz Chandra Aditya
122. Ustadz Faisal Abdurrahman
123. Ustadz Abu Faaris Yudi Kurnia
124. Ustadz Abul Jauzaa’ Dony Arif Wibowo
125. Ustadz Abu Ghozie As-Sundawie
126. Ustadz Agung Wais Al-Qarny
127. Ustadz Khanif Muslim
128. Ustadz Ahmad Anshori
129. Ustadz Fachrudin Nu’man
130. Ustadz Anshory Hadi
131. Ustadz Muhammad Halid Syar'i
132. Ustadz Ridho Abdillah
133. Ustadz Hafidz Abdurrahman
134. Ustadz Abu Nida Nana
135. Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary Al-Maidany
136. Ustadz Ali Musri Semjan Putra
137. Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan
138. Ustadz Abu Haitsam Yadi Supriyadi
139. Ustadz Zamzami Juned(pekanbaru)
140. Ustadz Sulaiman Abu Hani
141. Ustadz Asep Seppudin
142. Ustadz Chusnul Yakin
143. Ustadz Abu Alifa Asral Wadi
144. Ustadz Akhirudin
145. Ustadz Dani Maulani
146. Ustadz Farhan Abu Furaihan
147. Ustadz Abu Muhammad Julham Efendi
148. Ustadz Fauzan Al-Kutawy
149. Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin
150. Ustadz Joko Abu Aliyah
151. Ustadz Ali Nur Medan
152. Ustadz dr. Muhammad Saifudin Hakim (Dokter)
153. Ustadz Muhammad Nur Ihsan
154. Ustadz Hidayatullah, S.Sy
155. Ustadz dr. Adika Mianoki (Dokter)
156. Ustadz Abu Maryam (Medan)
157. Ustadz Abu Umair (Binjai)
158. Ustadz Abu Afaf Musa Mulyadi Lukman
159. Ustadz Khoiri As-Salaki
160. Ustadz Kholid Syamhudi
161. Ustadz Abu Sa'ad Muhammad Nurhuda (rahimahullah)
162. Ustadz Abu Hudzaifah Al-Atsary
163. Ustadz Abu Abdillah Andi Suhandi
164. Ustadz Mahful Safarudin
165. Ustadz Nizar Sa’ad Jabal
166. Ustadz Ahmad Tonarih Al-Atsary
167. Ustadz Efri Nazaruddin
168. Ustadz Ari Wahyudi
169. Ustadz Abu Haitsam Buldan
170. Ustadz Zaenuddin Abu Qushaiy
171. Ustadz Muhammad Wasitho
172. Ustadz Sa'id Abu Ukasyah
173. Ustadz Armen Halim Naro (rahimahullah)
174. Ustadz Abdullah Zaen
175. Ustadz Sa'id Ya'i Ardiansyah
176. Ustadz Salim Ali Ghanim
177. Ustadz Abu Yazid Tengku Muhammad Nurdin
178. Ustadz Faizal Abdurrahman
179. Ustadz Muhammad Syahputra
180. Ustadz Musthofa Yoni
181. Ustadz Abdullah Amir Maretan
182. Ustadz Mustain Syahri
183. Ustadz Yulian Purnama
184. Ustadz Musyaffa Ad-Dariny
185. Ustadz Aspri Rahmat Azai(pekan baru)
186. Ustadz Umar Al-Fanani
187. Ustadz Anas Burhanuddin
188. Ustadz Syadam Husein Al-Katiri
189. Ustadz Yhouga Ariesta Mopratama
190. Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
191. Ustadz Mukhlish Abu Dzar
192. Ustadz Tanthawi Abu Muhammad
193. Ustadz Boris Tanesia
194. Ustadz Abu Umair As-Sundawy
195. Ustadz Abu Khaleed Resa Gunarsa
196. Ustadz Pamuji Hadi Waluyo
197. Ustadz Dadan Hidayatullah
198. Ustadz Abdussalam Busyro
199. Ustadz Abul Hasan Ahmad MZ
200. Ustadz Ghulam Al-Fatih Abdullah
201. Ustadz Abu Muhammad Assyaghof
202. Ustadz Amiruddin Djalil
203. Ustadz Husnel Anwar Matondang
204. Ustadz Adep Baehaki
205. Ustadz M. Hilman Al-Fiqhy
206. Ustadz Muhammad Romelan
207. Ustadz Masykur Abu Mawaddah
208. Ustadz Abu Rosyad Rusiyanto
209. Ustadz Abu Ibrahim Agustiar
210. Ustadz Haidar Andika
211. Ustadz Tauhidin Ali Rusdi Sahal
212. Ustadz Mukhlis Biridho
213. Ustadz Abu Abdillah Deni Zamjami
214. Ustadz Didik Gelar Permana
215. Ustadz Fathan Qoriba
216. Ustadz Tata Abdul Ghoni
217. Ustadz Abu Zakaria Ardes
218. Ustadz Fathul Mufid
219. Ustadz Nur Kholis Kurdian
220. Ustadz Arif Husnul Khuluq
221. Ustadz Misbahuzzullam
222. Ustadz Ruly Abu Husna
223. Ustadz Ayman Abdillah
224. Ustadz Anfalullah
225. Ustadz Akhmad Yuswaji
226. Ustadz Abu Hafizhah Irfan
227. Ustadz Fariq Gasim Anuz
228. Ustadz Abu Yahya Sunardi
229. Ustadz Abu Muslim Burhanuddin
230. Ustadz Haris Budiatna
231. Ustadz Abdul Barr Kaisinda
232. Ustadz Andy Oktavian Latief
233. Ustadz Elvi Syam(sumatra barat)
234. Ustadz Faisal Abdurrahman
235. Ustad Akhmad Hendrix Eskanto
236. Ustad Abdul Fattah
237. Ustad Berik Said Bajri
238. Ustadz Abu Aufa Adam Zaini

Dan masih banyak lagi…. HAFIDZHAHUMULLAHU TA’ALA (Semoga Allah menjaga mereka semua). Silahkan ambil ilmu sebanyak-banyaknya dari para asatidz sunnah kita di atas, karena mereka senantiasa berada di atas manhaj di atas yang benar. 
Mereka saling merekomendasikan satu sama lain dan sama-sama bertujuan satu, yakni mengajarkan bagaimana beragama yang benar sesuai manhaj salafush sholih. 
Mereka tidaklah didanai oleh Amerika ataupun ISIS, mereka bukanlah teroris. 
Mereka murni ingin mengajarkan agama dan kebaikan di tanah air kita tercinta ini. 
Terserahlah menyebut mereka wahabi, salafi, sesat. Akan tetapi silahkan tabayyun terlebih dahulu, silahkan lihat ceramah-ceramah mereka dengan hati yang bersih. 
Anda akan menilainya sendiri.

Bagi Ustadz Sunnah lainnya yg namanya blum tercantum diharapkan bantuannya untuk catat dikomentar.. Jazaakumullahu khairan

Kamis, 26 Maret 2020

SHOLAT JUM'ÀT DAN BERJAMAAH DI SAAT WABAH VIRUS CORONA

KOMITE ULAMA SAUDI ARABIA RILIS FATWA TERKAIT IBADAH SHOLAT JUMÁT BERJAMAÁH DI MASJID SAAT WABAH PANDEMIC VIRUS CORONA COVID-19

(Komite Ulama Senior) Kerajaan Saudi Arabia mengeluarkan keputusannya Nomor (247), pada 22/07/1441 H yang redaksinya sebagai berikut :

الحمد لله رب العالمين. والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد 

Haiah Kibarul Ulama (Komite Ulama Senior) Kerajaan Saudi Arabia dalam sidang rapat luar biasa ke-25 yang digelar di Kota Riyadh pada hari Selasa 22/7/1441 H telah melakukan kaji telaah seputar permasalahan pandemic corona (covid-19, pen.), penyebarannya yang cepat, dan jumlah kematian yang besar.

Demikian pula kaji telaah meliputi berbagai laporan medis yang akurat terkait pandemic ini yang dilengkapi oleh penjelasan Menteri Kesehatan yang hadir dalam sidang rapat ini yang menekankan bahaya penularannya yang sangat cepat di antara manusia dan mengancam jiwa mereka. 

Beliau juga menjelaskan bahwa selama tidak dilakukan tindakan pencegahan yang komprehensif tanpa terkecuali, maka tingkat bahayanya akan berlipat. Seraya menjelaskan bahwa perkumpulan manusia(kerumunan orang) merupakan penyebab utama penularan.

Haiah Kibarul Ulama (Komite Ulama Senior) telah mengkaji dalil-dalil hukum syariat yang menunjukkan kewajiban melindungi diri dari virus covid-19 tersebut. Diantaranya, firman Allah Azza wa Jalla,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَة

“Dan janganlah kalian menjerumuskan diri kalian sendiri kedalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195)

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian.”(An-Nisa’: 29)

Dua ayat ini menunjukkan kewajiban menjauhkan diri dari sebab-sebab yang mengantarkan kepada kematian.

Hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam juga menunjukkan kewajiban melakukan tindakan pencegahan disaat tersebar wabah penyakit. Sebagaimana sabda beliau shallallahu alaihi wasallam,

لَايُورِدُ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ

“Janganlah pemilik onta yang sakit menggiring ontanya bersamaan dengan pemilik onta yang sehat menggiring ontanya.”(Muttafaqun Alaihi)

فِرَّ مِنَ الْمَجْذُومِ فِرَارَكَ مِنَ الْأَسَدِ

“Menyingkirlah engkau dari orang yang berpenyakit kusta sebagaimana engkau menyingkir dari singa.”(HR. Al-Bukhari)

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

“Jika kalian mendengar wabah tha’un menjangkiti suatu wilayah maka janganlah kalian masuk ke wilayah tersebut, dan jika kalian berada di wilayah yang terjangkiti wabah tha’un maka janganlah kalian keluar darinya.” (Muttafaqun Alaihi)

Telah menjadi sebuah ketetapan dalam kaidah-kaidah syari’at yang suci bahwa,

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri maupun yang membahayakan orang lain.”

Diantara kaidah-kaidah yang termasuk cabang dari kaidah di atas adalah,

أَنَّ الضَّرَرَ يُدْفَعُ قَدْرَ الْإِمْكَانِ

“Bahwa sesuatu yang membahayakan dicegah semaksimal mungkin.”

*Berdasarkan apa yang telah lalu, maka sesungguhnya diperbolehkan secara hukum syariat penonaktifan pelaksanaan shalat jumat dan shalat berjamaah lima waktu di masjid-masjid dan mencukupkan dengan kumandang adzan.*

Dikecualikan dari kondisi di atas, dua masjid yang mulia Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pintu-pintu masjid ditutup untuk sementara waktu dan syiar adzan tetap dikumandangkan di masjid-masjid tersebut, seraya diucapkan padanya lafazh,

*صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ*

*“Shalatlah di rumah-rumah kalian.”*

Berdasarkan hadits Ibnu Abbas bahwa beliau mengatakan kepada muadzinnya seperti itu dan beliau menyandarkannya kepada Rasulullah Shallahu alaihi wasallam. Haditsnya diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim

Shalat jumat, diganti dengan shalat zhuhur empat raka’at di rumah

Diantara karunia Allah Ta’ala bahwa seseorang yang terhalang udzur dari shalat jumat dan shalat berjamaah di masjid, maka pahalanya tetap sempurna (seperti ketika menunaikannya di masjid, pen.).

Berdasarkan keumuman sabda Nabi shallahu alaihi wasallam,

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيماً صَحِيحًا

“Jika seorang hamba sakit atau bepergian jauh (safar), maka dicatat baginya (pahala) ketuka yang biasa dia kerjakan ketika dalam keadaan muqim dan sehat.” (HR. Al-Bukhari)

Dengan ini, Haiah Kibarul Ulama (Komite Ulama Senior) mewasiatkan kepada semua pihak agar senantiasa mengikuti dan menjalankan secara sempurna segala arahan yang dikeluarkan oleh institusi yang berwenang, terkait langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan (virus covid-19) ini, serta saling tolong-menolong (bersinergi) dengan mereka. 

Hal ini sebagai bentuk realisasi dari firman Allah Ta’ala,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan saling tolong-menolonglah kalian di atas kebajikan dan ketaqwaan, dan jangan saling tolong-menolong di atas dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2)

Mengikuti dan menjalankan secara sempurna langkah-langkah yang diarahkan (oleh institusi yang berwenang, pen.) tersebut, termasuk dari amalan tolong-menolong di atas kebajikan dan ketaqwaan. 

Sebagaimana pula ia termasuk dari ikhtiyar yang kita diperintah untuk menempuhnya setelah bertawakkal kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Tak lupa kami mewasiatkan kepada semua pihak agar senantiasa bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla,  mengerahkan kesungguhan dalam berdoa, dan memperbanyak istighfar. Allah Ta’ala berfirman,

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ

“Dan (dia berkata), ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb kalian lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Di amenurunkan hujan yang sangat deras terhadap kalian, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan kalian.”(Hud: 52)

Kekuatan dalam ayat ini mencakup; keluasan rezeki, terwujudnya keamanan, dan keselamatan secara menyeluruh.

Kami memohon kepada Allah Ta’ala agar mengangkat wabah ini dari hamba-hambaNya, membalas pelayan dua tanah suci (Raja Salman bin Abdul Aziz) dan putra mahkotanya yang dapat dipercaya, serta pemerintah kami yang terbimbing dengan segala kebaikan atas perjuangan mereka yang besar dan berbagai langkah strategis yang mereka kontribusikan dalam skala internasional -bifadhlillah- untuk membatasi laju wabah virus covid-19 yang telah melanda ini.

Sebagaimana pula kami memohon kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar senantiasa menjaga kita semua dengan penjagaan-Nya yang sempurna.

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.” (Yusuf: 94)

 

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

 

Sumber : https://www.spa.gov.sa/2048662

https://www.inifaktabukanfitnah.com/komite-ulama-saudi-arabia-rilis-fatwa-terkait-ibadah-sholat-jumat-berjamaah-di-masjid-saat-wabah-pandemic-virus-corona-covid-19/

Sabtu, 15 Februari 2020

KHUTBAH JUMAT HADITS NO 403 SHAHIH MUSLIM

[9/2 06:38] +62 812-3006-8283: *🟢🟢 SHAHIH MUSLIM*


*|| Kitab Jum'at, Hadits No. 403*

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
*=  "Hari yang terbaik dimana setiap kali matahari terbit adalah hari Jumat.*
*=  Pada hari Jum'at Adam diciptakan dan pada hari itu juga dimasukkan ke surga, serta tidak terjadi kiamat kecuali hari Jum'at."*
{Muslim 3/6}


Repost : ➖➖➖➖➖➖➖
Group WA 📚 GUDANG ILMU 📚

*Join Group Khusus Ikhwan (Putra)  I - 3*

https://chat.whatsapp.com/JnUIl79CxVIBJNqZ7iie0f

*Join Group Khusus Akhwat (Putri)  A - 5*

https://chat.whatsapp.com/FMS4wgxx4AU7vlQ1Y35O56
[9/2 06:38] +62 812-3006-8283: *🟢🟢 SHAHIH MUSLIM*


*|| Kitab Jum'at, Hadits No. 404*

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا يُزَهِّدُهَا

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 
*=  "Di dalam hari Jum'at ada suatu saat yang apa bila tepat pada saat itu seorang muslim berdiri melakukan shalat lalu memohon kebaikan kepada Allah, pasti akan diberikan padanya."*

*Beliau memberi isyarat dengan jari tangannya bahwa saat tersebut sangat singkat.*
{Muslim 3/5}


Repost : ➖➖➖➖➖➖➖
Group WA 📚 GUDANG ILMU 📚

*Join Group Khusus Ikhwan (Putra)  I - 3*

https://chat.whatsapp.com/JnUIl79CxVIBJNqZ7iie0f

*Join Group Khusus Akhwat (Putri)  A - 5*

https://chat.whatsapp.com/FMS4wgxx4AU7vlQ1Y35O56
[9/2 06:39] +62 812-3006-8283: *🟢🟢 SHAHIH MUSLIM*


*|| Kitab Jum'at, Hadits No. 406*

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ (الم تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ) وَ(هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنْ الدَّهْرِ لَمْ يَكنْ شَيْئاً مَذْكُورا)ً وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْجُمُعَةِ سُورَةَ الْجُمُعَةِ وَالْمُنَافِقِينَ

Dari Ibnu Abbas, *bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pada shalat Subuh di hari Jum'at pernah membaca, "Alif laam miim, tanziil" (yaitu surah As-Sajdah) dan "Hal ataa 'alal insaani hiinum minadahri" (surat Al-Insan).*
*Bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah membaca surah Al Jumu'ah dan surah Al Munaafiquun pada shalat Jum'at.*
{Muslim 2/16}


Repost : ➖➖➖➖➖➖➖
Group WA 📚 GUDANG ILMU 📚

*Join Group Khusus Ikhwan (Putra)  I - 3*

https://chat.whatsapp.com/JnUIl79CxVIBJNqZ7iie0f

*Join Group Khusus Akhwat (Putri)  A - 5*

https://chat.whatsapp.com/FMS4wgxx4AU7vlQ1Y35O56
[9/2 06:39] +62 812-3006-8283: *🟢🟢 SHAHIH MUSLIM*


*|| Kitab Jum'at, Hadits No. 407*

أَبُي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَخْطُبُ النَّاسَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِذْ دَخَلَ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ فَعَرَّضَ بِهِ عُمَرُ فَقَالَ مَا بَالُ رِجَالٍ يَتَأَخَّرُونَ بَعْدَ النِّدَاءِ فَقَالَ عُثْمَانُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ مَا زِدْتُ حِينَ سَمِعْتُ النِّدَاءَ أَنْ تَوَضَّأْتُ ثُمَّ أَقْبَلْتُ فَقَالَ عُمَرُ وَالْوُضُوءَ أَيْضًا أَلَمْ تَسْمَعُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ

Dari Abu Hurairah, dia berkata, 
*=  "Ketika Umar bin Khaththab berkhutbah pada hari Jumat, tiba-tiba Utsman bin Affan masuk ke masjid, lalu dia disindir oleh Umar, 'Mengapa ada orang-orang yang terlambat datang setelah mendengar adzan?'*

 Utsman menjawab,
*=  'Wahai Amirul Mukminin! Tidak ada yang dapat saya lakukan setelah mendengar adzan kecuali berwudhu lalu berangkat ke masjid.'* 
Umar menjawab, 
*=  'Wudhu memang harus, tetapi tidakkah engkau dengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,*
*✔ "Apabila salah seorang dari kamu mendatangi shalat Jum'at maka selayaknya dia mandi"*
{Muslim 3/3}

Repost : ➖➖➖➖➖➖➖
Group WA 📚 GUDANG ILMU 📚

*Join Group Khusus Ikhwan (Putra)  I - 3*

https://chat.whatsapp.com/JnUIl79CxVIBJNqZ7iie0f

*Join Group Khusus Akhwat (Putri)  A - 5*

https://chat.whatsapp.com/FMS4wgxx4AU7vlQ1Y35O56

Jumat, 17 Januari 2020

PENDAPAT IMAM SYAFI,I PADA AL, UMM

Bagi yang tidak puas dengan penjelasan berikut, silahkan merujuk kepada kitab beliau rahimahullaah [Al-Umm]

JANGAN-JANGAN IMAM SYAFI'I JUGA  DI BILANG WAHABI...

📚 INILAH BEBERAPA FATWA BELIAU...

1⃣ IMAM SYAFI’I MENGANJURKAN MEMBACA SURAH AL-KAHFI PADA HARI JUMAT BUKAN YASIN’

“Telah sampai dalil kepadaku bahwa orang yang membaca surat Al Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal. Dan aku menyukai seseorang itu memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ di setiap waktu dan di hari Jum’at serta malam Jum’at lebih ditekankan lagi anjurannya. Dan aku juga menyukai seseorang itu membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at dan pada hari Jum’at karena terdapat dalil mengenai hal ini.” [Al-Umm 1/208]

Imam Al-Syafi’i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum’at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. [Al-Umm, Imam al-Syafi’i : 1/237].

2⃣  IMAM SYAFI’I MEMBENCI ORANG-ORANG YANG BERKUMPUL DIRUMAH KELUARGA MAYIT DAN MEMBUAT MAKANAN DI DALAMNYA

"Dan aku menyukai jika para tetangga mayat atau para kerabatnya untuk membuat makanan bagi keluarga mayat yang mengenyangkan mereka pada siang dan malam hari kematian sang mayat. Karena hal ini adalah sunnah dan bentuk kebaikan, dan ini merupakan perbuatan orang-orang baik sebelum kami dan sesudah kami, karena tatkala datang kabar tentang kematian Ja'far maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja'afar, karena telah datang kepada mereka perkara yang menyibukkan mereka" [Kitab Al-Umm 1/278]

"Dan aku benci al-ma'tam yaitu berkumpulnya orang-orang (di rumah keluarga mayat) meskipun mereka tidak menangis. Karena hal ini hanya memperbarui kesedihan, dan membebani pembiayayan….". Ini adalah lafal nash (pernyataan) Al-Imam Asy-syafi'i dalam kitab al-Umm. Dan beliau diikuti oleh para ahli fikih madzhab syafi'i.

3⃣ IMAM ASY-SYAFI'I RAHIMAHULLAH MENGHARAMKAN MUSIK, DAN MENYAMAKANNYA DENGAN MINUMAN KERAS DAN BABI YANG HARAM HASIL PENJUALANNYA.

“Maka setiap barang berharga menyebabkan si pencuri dipotong tangan, jika harga barang tersebut mencapai seperempat dinar. Barang tersebut dapat berupa mushaf (Al-Qur'an) atau pedang atau yang lainnya yang hasil penjualannya halal. Jika ia mencuri minuman keras atau babi maka tidaklah dipotong tangannya karena hasil penjualan minuman keras dan babi adalah haram. Dan juga tidak dipotong tangan si pencuri jika dia mencuri kecapi dan seruling.” [Al-Umm, Jilid 6 hal. 147]

Dalam fatwa Imam Asy-Syafi’i رحمه الله diatas, beliau menyamakan hukum kecapi dan seruling (alat-alat musik) dengan minuman keras dan babi yang haram hasil penjualannya, bahkan tak ada potong tangan bagi seseorang yang mencuri alat musik karena alat musik merupakan barang-barang haram sebagaimana minuman keras dan babi.

Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah dalam bab washiat, berkata :

"Jika al-uud (kayu yang dimaksud oleh pewasiat) tidak bisa digunakan kecuali untuk dimainkan (semacam gitar) maka wasiatnya batal menurutku. Demikian juga pembicaraan mengenai seluruh jenis seluring (alat musik)" [Al-Umm 4/92]

Imam Asy-Syafi'i رحمه الله juga berkata tentang hukum di antara orang-orang kafir ahlul jizyah :

“Jika seandainya dia (kafir ahlul jizyah) menghancurkan kecapi atau seruling atau gendang, maka seandainya benda-benda ini tidak bisa digunakan kecuali sebagai alat musik maka tidak ada sesuatu yang harus ia ganti rugi. Dan demikian pula jika seorang muslim yang merusak (kecapi dan seruling) milik seorang muslim atau yang merusak adalah orang nasrani atau orang yahudi atau orang kafir musta'man, atau orang muslim yang lain yang telah merusak salah satu dari benda-benda tersebut maka aku anggap semuanya batil (tidak perlu diganti rugi).” [Al-Umm, Jilid 4 hal. 212]

Dalam fatwa diatas, Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menyatakan bahwa jika ada seorang kafir melakukan pengrusakan terhadap alat-alat musik milik seorang muslim, maka orang kafir tersebut tidak perlu menanggung biaya ganti rugi pengrusakan tersebut.

4⃣ HUKUM MEMBANGUN MASJID DI TEMPAT YANG ADA KUBUR & HUKUM MEMBANGUNKAN BANGUNAN DI KUBURAN

“Saya melarang membangun masjid di atas kuburan dan disejajarkan atau dipergunakan untuk sholat di atasnya dalam keadaan tidak rata atau sholat menghadap kuburan. Apabila ia sholat menghadap kuburan, maka masih sah namun telah berbuat dosa”. [al-Umm 1/278. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 1/261]

“Saya suka bila (kuburan) tidak dibuat bangunan, kerana itu menyerupai penghiasan dan kesombongan, dan kematian bukan tempat bagi salah satu dari keduanya. Dan saya tidak melihat kuburan para sahabat Muhajirin dan Anshar didirikan bangunan diatasnya. Seorang perawi menyatakan dari Thawus, bahawa Rasulullah ﷺ telah melarang kuburan di bngun atau ditembok. Saya sendiri melihat sebahagian penguasa di Makkah menghancurkan semua bangunan di atasnya (kuburan), dan saya tidak melihat para ahli fikih mencela hal tersebut. [al-Umm 1/277. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 1/258]

5⃣ IMAM SYAFI’I MENGHARAMKAN MENCUKUR JENGGOT

“Menggundul rambut bukanlah kejahatan, karena adanya ibadah dengan menggundul kepala, juga karena tidak adanya rasa sakit yang berlebihan padanya. Tindakan menggundul itu, MESKI TIDAK DIPERBOLEHKAN PADA JENGGOT, namun tidak ada rasa sakit yang berlebihan padanya, juga tidak menyebabkan hilangnya rambut, karena ia tetap akan tumbuh lagi. Seandainya setelah digundul, ternyata rambut yang tumbuh kurang, atau tidak tumbuh lagi, maka ada hukumah (semacam denda/sangsi, silahkan lihat makan al-hukuumah di Al-Haawi al-Kabiir 12/301)". [al-Umm 7/203]

Para ulama Syafi'iyah telah memahami bahwa perkataan Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah menunjukkan bahwa beliau mengharamkan menggunduli janggut. Diantara para ulama tersebut adalah :

Ibnu Rif'ah :

قال ابن رفعة: إِنَّ الشَّافِعِي قد نص في الأم على تحريم حلق اللحية

Ibnu Rif’ah rohimahulloh mengatakan: Sungguh Imam Syafi’i telah menegaskan dalam kitabnya Al-Umm, tentang haramnya menggundul jenggot. [Hasyiatul Abbadi ala Tuhfatil Muhtaj 9/376]

6⃣ IMAM ASY-SYAFI’I TENTANG ZIKIR BERJAMA’AH

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata dalam kitab (Al-Umm 2/288) :

"Pendapatku untuk imam dan makmum hendaklah mereka berdzikir selepas selesai sholat. Hendaklah mereka memelankan (secara sir) dzikir, kecuali jika imam ingin mengajar bacaan-bacaan dzikir tersebut, maka ketika itu dzikir dikeraskanlah, hingga dia menduga bahwa telah dipelajari darinya (bacaan-bacaan dzikir tersebut), lalu setelah itu ia memelankan kembali dzikirnya. Karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَلا تَجْهَرْ بِصَلاتِكَ وَلا تُخَافِتْ بِهَا

"Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya" (QS Al-Isroo' : 110) (Al-Umm 2/288).
Yaitu (wallahu A'lam) tatkala berdoa, "Dan janganlah engkau keraskan suaramu" yaitu "Jangan kau angkat suaramu", dan "Janganlah engkau merendahkannya" sehingga engkau sendiri tidak mendengar"

Adapun mengenai hadits-hadits yang menunjukkan bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi terdengar suara dzikirnya maka Imam Syafi’i menjelaskan seperti berikut:

Menurutku Nabi ﷺ mengeraskan (dzikir) sedikit agar orang-orang bisa belajar dari beliau. Kerana kebanyakan riwayat yang telah kami tulis bersama ini ( Al-Umm) atau selainnya, tidak menyebut selepas salam terdapat tahlil dan takbir. Kadang-kala riwayat menyebut Nabi berdzikir selepas solat seperti yang aku nyatakan, kadang-kala disebut bahwa Nabi pergi tanpa berdzikir. Ummu Salamah menyebutkan bahwa Nabi selepas sholat menetap di tempat sholatnya akan tetapi tidak menyebutkan bahwa Nabi berdzikir dengan jahr (keras). Aku rasa beliau tidaklah menetap kecuali untuk berdzikir dengan dzikir yang tidak dikeraskan/dijaharkan. [Al-Umm 2/288]

7⃣ PAHALA BACAAN AL-QUR'AN TIDAK SAMPAI KEPADA MAYAT OLEH MADZHAB ASY-SYAFI'I

Berikut pernyataan langsung Imam Syafi'i rahimahullah dalam kitabnya Al-Umm :

"Perbuatan dan amalan orang lain akan sampai kepada mayat berupa tiga perkara, (1) haji yang dikerjakan atas nama sang mayat, (2) harta yang disedekahkan atas namanya atau yang dibayarkan atasnya dan (3) doa. 
Adapun selain hal ini seperti sholat atau puasa maka untuk pelakunya bukan untuk mayat. [Al-Umm 4/120]

 Nyimpen disini
Yg mau ambil ilmu Monggo

Dari pernyataan Al-Imam Asy-Syafi'i diatas sangatlah jelas jika beliau berpendapat bahwa tidak sampainya kiriman pahala bacaan al-Qur'an kepada mayat.

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata :

"Adapun membaca Al-Qur'an dan menjadikan pahalanya untuk mayat, sholat atas mayat dan juga yang semisal keduanya maka madzhab Asy-Syafi'i dan mayoritas ulama berpendapat bahwasanya hal-hal tersebut tidak akan sampai kepada mayat" [Al-Minhaaj syarh Shahih Muslim 11/58]

Itulah beberapa  fatwa imam  ASY-SYAFI'I rahimahullah yang sdh banyak ditinggalkan oleh para pengikutnya.... 

Wallahu a'lam ....

Semoga bermanfa'at...

📖 Referensi Kitab Al-Umm (karya Imam Syafii)

✍ Ustadz Fachrudin Nu'man, Lc 
Channel telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg
IG: @salafyways
➖➖➖

Minggu, 12 Januari 2020

DIALOG TAHLILAN FERSI NU

DIALOG TENTANG "TAHLIL" 

(Sambil ngopi)

👤 ABU : "Mar, kamu katanya Islam koq masih 7 harian di kematian itu namanya tasyabuh , kamu tahu gak 7, 40, 100 hari itu ajaran Hindu Budha."

👳 UMAR : "Masak kang , kalo begitu Hindu Budha itu termasuk Islam dong..."

👤 ABU : "Kamu ngaco Hindu Budha itu kafir blog, goblog".

👳 UMAR : "Masak kafir tahlilan, bukankah tahlil itu kalimat tauhid...?"

👤 ABU : "Bukan tahlilnya tapi acaranya , barang siapa tasyabuh (menyerupai) dengan orang kafir, maka ia bagian darinya..."

👳 UMAR : "Aku malah jadi bingung kang..."

👤 ABU : "Ya, karena kamu goblog..."

👳 UMAR : "Kang, Nabi lahir itu Abu Jahal sudah ada belum?"

👤 ABU : "Ya sudah to, dia paman nabi."

👳 UMAR : "Abu Jahal Islam kang?"

👤 ABU : "Kafir, jahiliyah..."

👳 UMAR : "Kenapa Nabi berjubah kayak Abu Jahal kang, apa Nabi tasyabuh juga ?"

👤 ABU : "Ee e e itu urusan dunia masalah pakaian..." 

 👳 UMAR : "Kalau urusan dunia tidak tasyabuh ya...?"

👤 ABU : "Ya dong..."

👳 UMAR : "Boleh gak kang aku pake daster...?"

👤 ABU : "Haram, itu menyerupai cewek."

👳 UMAR : "Tapi ini urusan dunia kang, katanya bukan tasabuh..."

👤 ABU : "Dah kamu ngeyel mojokin aku aja, ini masalah tahlil 7 hari ini ibadah Hindu Budha. Titik"

👳 UMAR : "Kang pusatnya Hindu Budha tu di India, di India sana gak ada acara 7, 40, 100 hari tuh, apalagi di sedekahi wong mayatnya aja dibakar. 
Ini semula tradisi masyarakat Jawa, oleh para Walisongo tradisi yang sudah ada itu dipelihara kemudian diberi ruh islam,

👤 ABU : Tapi ini bukan tradisi umat Islam, nabi tidak pernah mencontoh budaya orang kafir seperti ini, kenapa tidak diganti budaya islam? Jadi syirik kan...?"

👳 UMAR : "Kang Abu, katanya sudah jadi ustadz, koq cetek men ilmunya...?"

👤 ABU : "Maksudmu bagaimana? Ngawur kamu Lop"

👳 UMAR : "La koq suruh ngganti budaya islam, emang ada budaya islam?"

 👤 ABU : "Ada, di Arab banyak contohnya"

👳 UMAR : "Itu budaya Arab kang bukan budaya Islam. 
Jadi Islam itu bukan budaya tapi Islam itu ruh , system , ajaran. 
Namanya ruh, sistem, ajaran itu bisa dimasukkan kedalam apa saja , ruh itu bisa dimasukkan ke tubuh orang Indonesia atau orang Arab tujuan utamanya sama " illa liya'budun "

👤 ABU : "Tapi ini bertentangan dg Islam..."

 👳 UMAR : "Mana bertentangannya? 
Tahlil itu baca kalimah tauhid, ayat suci Alqur'an, sholawat dan berdoa apa Islam melarang itu.?"

👤 ABU : "Bukan bacaannya, tapi itu budaya Jawa kenapa dipertahankan?"

👳 UMAR : "Sampean pernah umroh kan ? Kenapa sampean thowaf ?"

👤 ABU : "Itu rukun haji/ umrah, harus dilaksanakan."

👳 UMAR : "Sampean tahu sejarah thawaf ?"

👤 ABU : "Terus terang, meskipun aku ustadz dan rajin dauroh tidak tahu sejarah thawaf."

👳 UMAR : "Oke kang, sebenarnya ada banyak sekali budayanya kafir jahiliyyah yang oleh Kanjeng Nabi diadopsi menjadi syariat namun tetap mempertahankan budaya itu sendiri sehingga bisa merangkul semua agama dan kalangan, contoh nya, aku tunjukkan budayanya kafir jahiliyah yang menjadi hukum syariat :

1) THOWAF
Thowaf itu ada sebelum Nabi lahir , para wanita arab itu keliling ka'bah 7x dg telanjang bulat . 
*Gak usah ngiler ya dengar cewek bugil*  --- itu upacara pemujaan karna di samping ka'bah ada patung tuhan mereka latta dan uzza kenapa mereka telanjang , menurut ajaran dia menghadap Tuhan / berdoa harus suci , ingat kang syariat Nabi Musa kalo baju kena najis itu harus di sobek dan di buang. 
Kalo syariat Nabi kita dicuci ya! 
Nah budaya ini, keliling ka'bah 7x tidak dihilangkan Nabi tapi masuki ruh Islam latta uzza dibuang , suci tdk berarti telanjang tapi suci bersih ( simbul bersih suci itu sekarang warna putih ) jadilah pakaian ihram itu berwarna putih.

2) AQIQAH
Sudah jadi tradisi di Arab sana kalo punya anak disyukuri dengan menyembelih binatang peliharaan dan melumurkan darah penyembelihan.
Oleh Nabi, budayanya masih dipertahankan diberi ruh Islam. 
Menyembelihnya masih, tapi tidak dilumuri darah dan rambutnya di cukur dan diberi minyak wangi. 
Itu kang, haji umrah..."

👤 ABU : "Oh begitu ta, baru tahu nih!"

👳 UMAR : "Maka nya ayo kita banyak belajar jangan nyalahi orang melulu. 
Ayo minum kopinya dulu... Srupuuut ahhh."😂👳☕☕👤 

_Semoga bermanfaat._

#SALAM_DAMAI
#ISLAM_RAHMATAN_LIL_ALAMIN

والله أعلم بالصوب